Pengetahuan lingkungan

Pengetahuan lingkungan

Menurut pendapat saya pribadi selama mendapatkan bimbingan pelajaran dari mata kuliah  pengetahuan lingkungan yang diajarkan oleh dosen bernama yuyun yuniar, banyak materi yang saya dapatkan mulai dari hal kecil sampai yang besar dari pelajaran lingkungan hidup, banyak pelajaran yang dapat saya ambil dari bu yuyun yuniar dia selalu bisa memberikan materi yang cepat diserap untuk mahasiswanya serta memberikan tugas yang sesuai bisa bekerjasama atau bertukan fikiran tentang pelajaran tersebut dan dosen memberikan materi yang tidak terlalu rumit.

Hal berikutnya yang bisa saya daptkan dari dosen ini ialah selalu tepat waktu hal ini membuktikan bahwa dosen ini selalu bertanggung jawab atas tugasnya sebagai pengajar di universitas gunadarma. Terima kasih

PENERAPAN ISO 14001 PADA PERUSAHAAN

PENERAPAN ISO 14001
PADA PERUSAHAAN

Sejarah ISO 14001
SEJARAH ISO 14001

ISO 14000 adalah standar internasional mengenai manajemen lingkungan yang dikeluarkan oleh International Organization for Standardisation (ISO) dan penerapannya bersifat sukarela.Standar ISO seri 14000 mulai diperkenalkan pada awal tahun 1990-an yang merupakan suatu perkembangan aspek manajemen atau pengelolaan mutu. Tidak semata-mata aspek teknis atau ekonomis saja.
Tujuan ISO 14000 antara lain adalah :
1. Mendorong upaya dan melakukan pendekatan untuk pengelolaan Lingkungan hidup dan sumberdaya alam dan kualitas pengelolaannya diseragamkan pada lingkup global.
2. Meningkatkan kemampuan organisasi untuk mampu memperbaiki kualitas dan kinerja Lingkungan Hidup dan Sumberdaya Alam.
3. Memberikan kemampuan dan fasilitas pada kegiatan ekonomi dan industri, sehingga tidak mengalami rintangan dalam berusaha.
Untuk mencapai tujuan tersebut dibentuk SAGE (Startegic Advisory Group on the Environment). Kemudian TC 207 (Komisi Teknis) pada tahun 1993 dibentuk oleh Organisasi Internasional untuk Standarisasi (ISO). Komisi ini terdiri dari berbagai negara dan bertugas merumuskan konsep standar internasional di bidang lingkungan. Adapun pembagian tugasnya adalah sbb. :
 Sub komisi yang menangani Environmental Management System (Sistem pengelolaan Lingkungan dan sumberdaya alam),
 Sub komisi yang menangani Environmental Auditing (Odit Lingkungan),
 Sub komisi yang menangani Environmental Labelling (Label Lingkungan),
 Sub komisi yang menangani Environmental Performance Evaluating (Evaluasi Kinerja Lingkungan),
 Sub komisi yang menangani Life Cycle Analysis (Analisis Daur Hidup),

Penerapan ISO-14001
Penerapan ISO-14001 berarti merencanakan pengendalian dan menerapkan pengendalian terhadap semua aktifitas dalam organisasi yang mempunyai aspek-aspek lingkungan yang potensial merugikan lingkungan. Organisasi juga harus memahami semua peraturan dan perundangan lingkungan yang terkait dengan aktifitas-aktifitasnya dan berupaya untuk memenuhi peraturan dan perundangan tersebut.Penerapan ISO-14001 membutuhkan komitmen dari pihak manajemen dan pengembangan wawasan dan setiap karyawan akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan.]Sama halnya dengan penerapan ISO-9001, Penerapan ISO-14001 juga membutuhkan tahapan-tahapan yang sistematis,yang dimulai dari tahapan perencanaan perubahan, pelaksanaan, pemantauan dan tindak lanjut.

Ukuran Keberhasilan dalam Penerapan ISO-14001
Keberhasilan dalam penerapan ISO-14001 diukur dari 2 parameter dasar: Kesesuaian sistem manajemen dengan persyaratan ISO-14001 (yang berarti keberhasilanmemperoleh sertifikat ISO-14001) dan meningkatnya kemampuan organisasi dalam melakukan pengendalian terhadap berbagai aktifitas yang mempunyai dampak terhadap lingkungan.
SERTIFIKASI ISO 14001
Sambutan ISO seri 14000 di Indonesia sangat baik, tak kurang dari 85 industri yang telah sukarela menerapkan SML (ISO 14001) dalam menjalankan kegiatan usahanya. Dari 85 industri tersebut, tercatat sudah 26 industri yang telah memperoleh sertifikat ISO 14001. Penerapan ISO 14001 adalah pendekatan sistem, jadi dengan menerapkan standard tersebut berarti kita memperbaiki sistem.
Sertifikasi atas ISO 14001 mempunyai arti bahwa sistem manajemen lingkungan dari perusahaan diakses, dinilai atau dievaluasi, dan hasilnya telah memenuhi persayaratan-persyaratan yang sesuai dengan standar SML ISO 14001. Terdapat tiga jenis sertifikasi, yaitu :
– Sertifikasi jenis I atau sertifikasi pihak ketiga
– Sertifikasi jenis II atau pernyataan diri
– Sertifikasi jenis III atau sertifikasi pihak kedua

Tabel 1. 10 perusahaan yang menerapkan iso 14001 beserta penerapannya

Nama Perusahaan Alamat Produk
PT. Trias Indra Saputra Sentra Industri Terpadu Pantai Indah Kapuk Jl. Dr Kamal Muara VII Blok A No.6
Jakarta Utara 14470, Jakarta
Indonesia Cable tray, Cable Ladder and Multitray) , Strut System ( Unistrut Channel) , Electrical Switchboard / Panel Listrik ( Panel Box, Panel Listrik Tegangan Rendah, Panel Listrik Tegangan Menengah) .
PT. Dewata Makmur Bersama Jl. Yos Sudarso Kav. 89, Wisma Mitra Sunter 15th FLoor #15-04
DKI Jakarta, Jakarta
Indonesia custom clearance, pengangkutan darat, udara dan jasa angkutan laut, distribusi, gudang dan logistik sollutions layanan
PT. DustindoEngineering Jl. Raya Lingkar Luar Timur Sidoarjo
Sidoarjo 61256, Jawa Timur
Indonesia instalasi dan modifikasi mesin industry
PT. Simargraha Arkananta l. Yos Sudarso Kav. 89, Wisma Mitra Sunter 15th FLoor #15-04
DKI Jakarta, Jakarta
Indonesia custom clearance, pengangkutan darat, udara dan jasa angkutan laut, distribusi, gudang dan logistik sollutions layanan
PT. PAL Indonesia Ujung, Surabaya Elektik
PT. Amarta Karya Jl. Veteran No.112 Bekasi 17123 Indonesia
Fabrikasi Konstruksi Baja
Cibi Sparepart Cibinong City Blok P15 B
Cibinong-Bogor 16913, Jawa Barat Spare part kendaraan bermotor dan kebutuhan industri
PT. TLI-Teknotama
Lingkungan Internusa Chofa Shop House 6 Suko Manunggal Jaya – Darmo Town Satelit
Surabaya 60188, Jawa Timur asa layanan professional di bidang pelestarian lingkungan hidup
PT. Broquet Indonesia Graha SPBU PERTAMINA-Boulevard Barat 6 Kelapa Gading
Jakarta 14205, Jakarta
Indonesia
Broquet™ Fuel Catalyst

Audit Lingkungan ISO 14001
BaritoPacificTimberTbk.danPT.BinajayaRodakaryatelahmemperolehakreditasiISO14001,standar internasional untuk sistem manajemen lingkungan (EMS).Akreditasi diberikan pada tanggal 20 Maret 2000 dan berlaku selama tiga tahun dari tanggal tersebut “sesuai dengan implementasi berkesinambungan yang memuaskan dari sistem manajemen operator” (BVQI ISO 14001 Sertifikat # 66596). BVQI (Bureau Veritas Quality International) melaksanakan audit sertifikasi dan akan terus melaksanakan audit-audit eksternal EMSpada interval enam bulanan. Audit berikutnya dijadwalkan pada bulan Februari 2001. Sebagai bagian dari proses ISO 14001, perusahaan ini memperbaiki penyelenggaraan lingkungan perusahaannya dan menyusun prosedur kerja untuk mencapai tujuan ini.Juga sebagai bagian dari proses tersebut, perusahaan telah melaksanakandanakanterusmelaksanakanauditinternaluntukmemastikan EMS diimplementasikan secara efektif, dan untuk mengidentifikasi cara-cara yang menjamin perbaikan berkesinambungan dari penyelenggaraan lingkungan perusahaan. Meskipun Tinjauan Lingkungan Awal (Initial Environmental Review) yang dilaksanakan sebagai bagian dari proses ISO 14001, departemen lingkungan perusahaan mengeluarkan laporan foto yang memperinci contoh-contoh dari kegiatan manajemen tidak baik yang mendapat perhatian selama pemeriksaan. Laporan ini didistribusikan kepada kepala-kepala departemen dengan instruksi agar memperbaiki keadaan ini. Audit internal dilaksanakan bulan Juli 2000 yang berlaku sebagai mekanisme untuk menjamin bahwa semua perbaikan telah dilakukandan mengidentifikasi perbaikan yang masih belum selesai atau baru. Tujuannyaadalah untuk membuat laporan fotolanjutan berdasarkan audit bulan Juli. Tetapi sejauh ini belum tercapai. Selama audit juga banyak contoh pelaksanaan manajemen tidakbagus yangdidapat dari laporan foto,ternyata masih dijumpai dilingkungan perusahaan.
BVQI melaksanakan audit eksternal EMS selama bulan Agustus 2000,dan selama itu ada beberapa poin persoalan yang mendapat perhatian, yaitu:
1. Kontrol debu yang tidak layak,
2. Total Padatan Tersuspensi (TSS) di log pond masih terlalu tinggi. Rencana-rencana kerja untuk mengurangi polusi log pond perlu diperbaiki,
3. Mengurangilimbahkayudanmemperbaikitingkatpemulihankayudiarealutama yangmemerlukanperbaikansegera,dan
4. Tidakadanyabuktipengawasanemisicerobongasap,bauataupengawasanvibrasi.
Semenjakauditeksternaltelahadatinjauaninternaldaripersoalan-persoalanini, yang menghasilkan saran perbaikan dan mengidentifikasi orang-orang yang bertanggung jawabmelaksanakanperbaikantersebut.Masihbelumadatindakansampaisekarangdan persoalan-persoalaninimasihterbuka.Temuan Audit :
1. LimbahKayu
LimbahkayumerupakanpersoalankritisdiPT.BaritoPacificTimberTbk.dan PT. Binajaya Rodakarya, dan diidentifikasi BVQI sebagai salah satu dari persoalan-persoalanutamayangmemerlukanperhatianmelaluiEMSISO14001. Selama tinjauanlapanganterdapatbanyakbuangandarisumberalamiah,yaitukayu, selamaprosesproduksi.Halinimeliputi:
1. kayuyangdibuangselamaprosespenggergajiandalamjumlahbanyak
2. jumlah kayu gelondongan yang membusuk sebelum dipakai. Kebijakan “pertamadatang,pertamadiolah”(firstinfirstout)harusdiimplementasikanagar kayudigunakansebelumrusak,
3. kerusakankayugelondongankarenakulitkayu dibiarkanmelekat,membiarkan vetebratamerusaklog-logyangmenyebabkantingkatpemulihanrendah,dan
4. sejumlah besarprodukakhir,terutamakayupapan,ditumpuk di tempat terbukadalamjangkawaktuyanglamadan kemungkinantidakbisadijual.
Kebanyakankulitkayudanbeberapalimbahkayulainsaatinidibuangketanahrawa untukmereklamasitanahtersebut.Arealinikelihatannya tidakmemilikitumbuhan dan darisegiestetikatidaklahmenarik. Selainitu,areal-arealyangsebelumnya dipakai untuk pembuangan limbah kayu nampaknya tidak ber- regenerasidengancepat,dan pembakaransecarabebasmenimbulkanpersoalankualitas udara.
2. Air
FasilitasperusahaanPT.BaritoPacificTimberTbk.danPT.BinajayaRodakarya letaknya berdekatan dengan sejumlah anak sungai. Di sebelah timur, pabrik berbatasan dengan, dan menggunakan,sungai Barito. Di sebelah utara adalah sungai AndjirSoebardjo.HandilSungai Barito,anaksungaikecil darisungaiBarito,mengalirkearahtimurlaut daripabrik.Arealpabrik dandaerah luarkotadisekelilingnyarendah letaknyadanmudahkebanjiran.
Kepadaauditor ditunjukkan keseimbangan air semua areal pengolahan pabrik (kecuali penggergajian yang tidak menggunakan air dalam aktifitasnya). Keseimbangan air menunjukkanbahwa sebagian air pengolahandipompa dari sungai Barito.
Staflapanganmenunjukkanbahwamerekatidakmenemukanadanyakontaminasi air permukaan yang berhubungan dengan pabrik. Namun demikian, selama tinjauankelokasitercatatadanyakontaminasihidrokarbonsungaiBaritodisekitarlogponddanarealpenggergajian.Lapisan minyak dipermukaan airberasal dari derek,relconveyordanchainsawtarik.Terdapatsejumlahminyakdanpelumasdi bawahperalatanini,yangtidak mempunyaitempatpengeringanlainselainlogpond dansungai.
SungaiBaritojugadipakaiparastafuntukmandidanmencuci.Sabundandeterjenakanmengkontaminasisungai.Selainitu, disungai jugaditemukansampah.Tidakjelas darimana asalnya,bisasajaberasaldarilokasi-lokasilain.
3. KualitasUdara
Debumerupakanpersoalan diberbagai lokasi,tetapiyangterparahterdapatdiareal pembuatanparticleboard danpabrikkayulapis.Tidakadapengawasandebuyang dilaksanakansaatini,walaupundebumembahayakanlingkungandankesehatan sertakeamanan.Selainitu,bahankimiayangdigunakandalamprosespembuatan lem dan penggunaan lem, baik di pabrikkayu lapis atau di areal pembuatan particleboardmenimbulkanpersoalankualitasudara.
Sejumlahcerobongasapdilapanganberhubungandenganketelyangmenjalankan diesel,pembakaranlimbahkayudandebugergajian,danjugatempatpembakaranbuangan limbah. Cerobong-cerobong ini menghasilkan asap pencemar dalam jumlahyangbesardankarenanyamemerlukanpengawasan.Programpengawasan cerobongasaptelah tertinggalolehprogramEMSsaataudit.Tetapipadarapatselanjutnyadenganstaflapangan(tanggal19Oktober2000) program pengawasan cerobong asap direkomendasikan pada tanggal 11 Oktober 2000. PengawasandilakukanolehBPPI tetapi hasilnyabelumtersedia.
Arealluasyangsebelumnyadigunakansebagailahanpenimbunankulitkayudan limbahkayu,sebagaibagiandariupayareklamasisebagiantanahrawadilokasi,dibakar. Aktifitasinimenyebarkanbanyakasapkeatmosfer.
BVQImencatattidakadapengawasanvibrasiataubauyangdilaksanakan saatini. Perusahaanmengalamikesulitandalammengorganisasipengawasankarenahanya duaorganisasidiIndonesiayangdianggapmampu melakukanmonitoringjenisini. Organisasi-organisai ini didekatidan dimintauntukmelaksanakanpengawasan tersebutpadatanggal20Oktober2000.Tanggalitutelahberlalutetapimonitoring tersebut tidak pernahdilaksanakan.
Analisis Terhadap Kasus
Temuan audit berupa beberapa pelanggaran terhadap ISO 14001 pada PT.BaritoPacificTimberTbk.dan PT. Binajaya Rodakarya harus cepat diatasi. Pelanggaraan pertama pada limbah kayu dari proses produksi, perusahaan seharusnyamenanggapipersoalanlimbahkayusebagaisesuatuyang cepat diatasikarenahalinimerupakanpersoalanyangberhubungandenganakreditasiISO 14001. Limbah berupa hasil penggergajian yang jumlahnya banyak seharusnya bisa diatasi salah satunya dengan menjalin kerja sama dengan perusahaan lain yang membutuhkan bahan baku berupa serbuk kayu hasil penggergajian tersebut, sehingga PT.BaritoPacificTimberTbk.dan PT. Binajaya Rodakarya bisa menambah keuntungan perusahaan.Pemerolehankayuberdasarkansemuaprosesdarisaat kedatangan kayu sampai pada pengolahan akhir, dan juga keefektifan mesin pengolahan yang digunakan. Hasil-hasil ini bisa dipakai untukmengidentifikasikan areal-areal yang mempunyai buangan terbesar dan bisadipakaiuntukmeningkatkan rata-ratapemerolehan. Distribusikayuharusjugadiperhatikan,karenasejumlahbesarkayuolahandilapangan nampaknya ditimbun dalam jangka waktu lama, yang terbuka bagi elemen-elemen tersebut. Akibatnya, tumpukan-tumpukan ini akan berkurangnilainya.
Limbah air di saluran air permukaan dekat areal-areal pemrosesan menunjukkantingkatpencemaranyangtinggi.Persoalaninimemerlukanperhatian segerauntukmengembalikankondisitersebutkebatas-batasyang diperbolehkan.Sebagai alternatif, air limbah dari parit-parit penampungan ini harus memiliki sistem drainase yang tertutup dan dialihkan ke pusat pengolahanlimbahcairdi lapanganuntukdiproses. Saluranair dipermukaanpada lokasipabrikdiketahuimemilikikotorandanlapisan berminyak di beberapa tempat. Saluran-saluran ini langsung berhubungan ke sungaiBaritodanmudahkebanjiran.Dimana saluraniniditutup,penutupbetonnyaharus diperbaiki,dan langkah-langkah selanjutnya harus diambil untuk menjaminbahwa saluran-saluraninitidaktercemar.Jikaterdapatpolusidisaluran-saluranini,air limbah harus dipindahdandiolahdipusatpengolahanairlimbah.
Persoalan yang terakhir yang ditemukan yaitu debu, dimana debudipandangsebagaimasalahdilapangan,baikselamaauditinidanselamaaudit BVQI.Pengawasankualitasudaraharusdilaksanakandanhasilnya harus segera ditindaklanjutiseperti prosedur yang ditentukan, dengan mengurangijumlah bahan kimia yang dilepaskanke atmosfer, terutamaformalin.

Sumber :

1. Hasmawaty, 2008, Diktat Pengetahuan Lingkungan, Fak. Teknik, Univ. Bina Darma
2. Mahida, U.N, 1972,Pencemaran Airdan Pemanfaatan Limbah Industri, cetakan ke-2 (terjemahan), Rajawali Jakarta.
3. http://renalkrenz.blogspot.com/2010/03/audit-lingkungan.html
4. Cokorda Prapti M; 2004, Pengenalan ISO 14000, Universitas Guna Darma
5. Miller, 1991, Environmental Science : Sustaining The Earth, Wadsworth

Pengetahuan lingkungan

by hadi nugroho
3ID07
33412227
1. Jelaskan Pengertian pengentahuan lingkungan dari berbagai sumber :
Menurut S.J MCNAUGHTON & LARRY L. WOLF Lingkungan hidup adalah semua faktor ekstrenal yang bersifat biologis dan fisika yang langsung mempengarui kehidupan, pertumbuhan, perkembangan dan reproduksi organisme dan MICHAEL ALLABYLingkungan hidup diartikan sebagai: the physical, chemical and biotic condition surrounding and organism

2. Buat studi kasus mengenai lingkungan di sekitar anda diri upaya kelestarian lingkungan sebagai penunggu : Buat studi kasus mengenai lingkungan di sekitar anda diri upaya kelestarian lingkungan sebagai penunggu :
Pada diri manusia memiliki pikiran dan rasa, keduanya harus dijalankan secara seimbang. Melalui pikiran manusis berpikir dan melalui rasa manusia dalam melakukan penalaran. Namun dalam mempelajari lingkungan rasa menjadi penting untuk digerakkan terlebih dahulu, karena Pendidikan Lingkungan Hidup (PLH) harus dimulai dari hati. Tanpa sikap mental yang tepat, semua pengetahuan dan keterampilan yang diberikan tidak akan membawa perubahan sikap dan perilaku.Untuk membangkitkan kesadaran manusia terhadap lingkungan hidup di sekitarnya, proses yang paling penting dan harus dilakukan adalah dengan menyentuh hati. Jika proses penyadaran telah terjadi dan perubahan sikap dan pola pikir terhadap lingkungan telah terjadi, maka dapat dilakukan peningkatan pengetahuan dan pemahaman mengenai lingkungan hidup, serta peningkatan keterampilan dalam mengelola lingkungan hidup.

3. Sebutkan dan jelaskan serta berikan contoh kasus dari hukum/ pasal perundangan yang berkaitan dengan lingkungan :
Aspek Hukum Perlindungan kawasan industri di Semarang dari Pencemaran Limbah Pengelolaan lingkungan adalah upaya terpadu untuk melestarikan fungsi lingkungan hidup yang meliputi kebijaksanaan penataan, pemanfaatan, pengembangan, pemeliharaan, pemulihan, pengawasan, dan pengendalian lingkungan hidup (pasal 1 angka 2 UUPLH). Secara umum Pengelolaan secara terpadu menghendaki adanya keberlanjutan (sustainability) dalam pemanfaatan. Sebagai kawasan yang dimanfaatkan untuk berbagai sektor pembangunan, wilayah ini memiliki kompleksitas isu, permasalahan

pengetahuan lingkungan

by hadi nugroho
33412227
3ID07
1. Data Diri mahasiswa. Nama saya hadi nugroho biasa disapa adi umur 20 th tinggal didaerah bogor yang bertepatan di bumi mutiara blok jb 2 no/ 12 RT01 RW038 jalan badar raya, saya tinggal bersama kedua orangtua dan satu saudara kandung.
2. Pendidikan saya sekarang mahasiswa sebelum menjadi mahasiswa banyak rintangan yang dihadapi dari TK ke SD lalu SMP kemudian SMK hingga menjadi seorang mahasiswa yang lebih tinggi drajatnya.
3. Hoby yang paling diminati saya pribadi ialah memelihara burung yaitu murai, kenari, love bird dan masih banyak lagi selain itu saya hoby berolahraga (jika ada waktunya)
4. Kekurangan saya banyak ya ga keitung jumlahnya yang sering dialami ialah teledor, kadang-kadang suka ga tepat waktu, sedikit pelupa
5. Kelebihan saya juga banyak bisa memperbaiki kendaraan roda dua maupun roda empat. Mencuci, memasak, dan apapun itu semua saya bisa kerjakan walaupun sedikit sulit, kelebihan saya bisa mengoperasikan mesin Bubut, milling, sekrap, serta CNC dan yang paling menurut saya bangga ialah kelebihan membantu pekerjaan orantua itu kunci sukses seseorang dan mau berdoa disetiap waktunya.
6. Yang terakhir ialah kejadian yang membuat orang tua bangga ialah pada saat smp dan smk saya lulus dengan nilai yang tinggi dan waktu itu juga saya juara badminton se kabupaten walaupun juara 2, itupun orangtua sudah merasa bangga

Ukuran Pemusatan ordinal

BAB I
PENDAHULUAN

Latar Belakang
Dari data yang telah diolah sebelumnya dengan metode distribusi frekuensi, didapat hasil berupa tabel dan grafik. Namun, belum diketahui dimana data tersebut terpusat. Ukuran yang mengukur letak data terpusat tersebut disebut sebagai ukuran pemusatan data. Selain itu, perlu diketahui juga ukuran yang dapat digunakan untuk mengetahui penyebaran yang disebut sebagai ukuran penyebaran.
Ukuran pemusatan digunakan untuk melihat gambaran atau wakil data secara keseluruhan. Manfaat dari ukuran penyebaran tersebut adalah untuk mempermudah membandingkan suatu data dengan data yang lain. Sementara ukuran penyebaran berfungsi untuk memberikan informasi mengenai seberapa jauh beda suatu pengamatan dengan pengamatan lainnya dari titik pusat. Dari ukuran penyebaran juga dapat disimpulkan apakah rata-rata dapat mewakili data atau tidak dan juga dapat diketahui variabilitas data, apakah data tersebut menyimpang dari rata-rata atau tidak.
Seiring dengan perkembangan jaman baik dalam IPTEK dan gaya hidup, manusia selalu melakukan inovasi untuk menciptakan karya baru, baik dalam bidang teknologi maupun fashion. Dalam perkembangan fashion, banyak sekali inovasi-inovasi yang terjadi, khususnya yang berkaitan dengan aksesoris. Semakin hari kian banyak masyarakat yang peduli akan penampilannya seiring dengan berkembangnya fashion yang menawarkan berbagai macam tipe dan gaya. Gelang tangan menjadi salah satu aksesoris yang bervariasi dan banyak golongan masyarakat umumnya kaum remaja yang menjadi konsumen produk ini. Maka dari itu, dalam membuat gelang tangan diperlukan sampel ukuran lingkar pergelangan tangan agar produk gelang tangan ini cocok dengan lingkar tangan masyarakat pada umumnya. Setelah diambil sampel, data tersebut lalu dicari ukuran pemusatannya untuk mengetahui rata-rata data dan juga nilai data yang paling banyak muncul. Ini bertujuan agar diketahui wakil data dari sampel lingkar pergelangan tangan yang diambil. Setelah itu juga dicari ukuran penyebarannya agar dapat diketahui apakah terdapat penyimpangan data dari nilai wakil datanya.

Pembatasan Masalah
Batasan masalah dalam pengambilan data panjang pergelangan tangan adalah mengukur lingkar pergelangan tangan kiri. Pengambilan data di lakukan dikampus J2 Universitas Gunadarma Kalimalang, terdiri dari lima belas mahasiswa dan lima belas mahasiswi Universitas Gunadarma Kalimalang. Batas akhir pengambilan data adalah sampai sore hari (pengambilan data dimulai dari pukul 12:10 WIB) . Alat ukur yang digunakan untuk mengukur pergelangan tangan adalah meteran penjahit.

Tujuan Penulisan
1. Untuk mengetahui nilai mean, median, modus, desil 4 dan 6, presetil 25; 50; 75.
2. Untuk mengetahui nilai kuartil 1, kuartil 3, rentang antar kuartil, rentang semi antar kuartil, varians, simpangan baku, simpangan rata-rata, koefisien variansi, Z score.

BAB III
PEMBAHASAN DAN ANALISIS

3.1 Studi Kasus
Suatu perusahaan PT. Maju Mundur ingin memproduksi gelang tangan. Untuk memproduksi gelang, perusahaan harus mengetahui ukuran lingkar pergelangan tangan masyarakat agar perusahaan dapat membuat gelang tangan dengan ukuran yang beragam sesuai dengan ukuran pergelangan tangan masyarakat. Untuk mengetahui ukuran lingkar pergelangan tangan manusia, perusahaan harus mengukur pergelangan tangan sebanyak 30 orang yang terdiri dari 15 orang wanita dan 15 orang pria. Berikut tabel hasil pengukuran pergelangan tangan yang diperoleh perusahaan sebagai berikut:

NO
GENDER LINGKAR PERGELANGAN TANGAN
NO
GENDER LINGKAR PERGELANGAN TANGAN
1 Pria 15 16 Wanita 12,5
2 Pria 17 17 Wanita 15
3 Pria 17,5 18 Wanita 13,5
4 Pria 16,5 19 Wanita 13
5 Pria 16 20 Wanita 13
6 Pria 15,5 21 Wanita 13,5
7 Pria 14,5 22 Wanita 13,5
8 Pria 16 23 Wanita 15,5
9 Pria 13,5 24 Wanita 12,5
10 Pria 14,5 25 Wanita 14
11 Pria 15,5 26 Wanita 13,5
12 Pria 14,5 27 Wanita 14,5
13 Pria 14,5 28 Wanita 15
14 Pria 15,5 29 Wanita 13,5
15 Pria 15 30 Wanita 15,5
Tabel 3.1.1 hasil pengukuran pergelangan tangan

3.2 Pengolahan Data
Untuk mengolah data kita dapat menggunakan dua cara, pertama cara hitung manual dan yang kedua mengolah data menggunakan software. Untuk menghitung manual kita harus menghitung semua langkah-langkah secara manual mengunakan rumus. Untuk menggunakan software kita tinggal memasukan variabel dan nilai variabel.

3.2.1 Perhitungan Manual

Interval Kelas
f i
xi
fi . xi
xi – x ̅
|xi – x ̅ |2
fi |xi -x ̅|
12,5 – 13,4 4 12,95 51,8 -1,97 3,88 15,52
13,5 – 14,4 7 13,95 97,65 -0,97 0,94 6,58
14,5 – 15,4 9 14,95 134,55 0,03 0,0009 0,0081
15,5 – 16,4 7 15,95 111,65 1,03 1,06 7,42
16,5 – 17,4 2 16,95 33,9 2,03 4,12 8,24
17,5 – 18,4 1 17,95 17,95 3,03 9,18 9,18
Jumlah 30 447,5 46,96
Tabel 3.2.1.1 Distribusi frekuensi

Mean = x ̅ =(∑▒〖fi.xi〗)/(∑▒fi)
=447,5/30
=14,916
=14,92

Me =Tb+ (½n – fk)/fme i
= 14,45+ (½30 – 11)/9.1
= 14,45+ ( 15- 11)/9 .1
= 14,45+ 4/9 .1
= 14,45 + 0,44
= 14,89

Mo = Tb+ bi/(b1+b2) i
= 14,45+ 2/(2+2).1
= 14,45+ 2/4.1
= 14,45 + 0,5
= 14,95

Desil4 = Tb + (4/10 n -fk)/f i
= 14,45 + (4/10 30 -11)/9.1
= 14,45 + (12 -11)/9.1
= 14,45 + 1/9.1
= 14,45 + 0,11
= 14,56

Desil6 = Tb + (6/10 n -fk)/f i
= 14,45 + (6/10 30 -11)/9.1
= 14,45 + (18/10 -11)/9.1
= 14,45 + (18 -11)/9.1
= 14,45 + 7/9.1

= 14,45 + 0,77
= 15,22

Persentil25 =Tb+ ( 25/100 n -fk )/fi

= 13,45+ ( 750/100 – 4 )/7 .1

=13,45+ (7,5 -4)/7 .1

=13,45+ 3.5/7 .1
=13,45+ 0,5

= 13,95

Persentil50 =Tb+ ( 50/100 n -fk )/fi

= 14,45+ ( 50/100 30 -11 )/9 .1
= 14,45+ ( 50/100 30 -11 )/9 .1

= 14,45+ (15-11 )/9 .1

= 14,45+ (4 )/9 .1

= 14,45 + 0,04
= 14,89

Persentil75 =Tb+ ( 75/100 n -fk )/f i

=15,45+ ( 75/100 30 -20 )/7 .1

= 15,45+ ( 2250/100 -20 )/7 .1

= 15,45+ (22,5 -20 )/7 .1

= 15,45+ (22,5 -20 )/7 .1

= 15,45 + 2,5/7 .1

= 15,45 + 0,36

= 15,8

Q1 = Tb+ ( 1/4 n -fk )/f i
= 13,45+ ( 1/4 30-4 )/7.1

= 13,45+ ( 30/4-4 )/7 .1

= 13,45+ (7,5-4 )/7 .1

= 13,45+ 3,5/7 .1

= 13,45+0,5

= 13,95

Q3 = Tb+ ( 3/4 n -fk )/f i
= 15,45+ ( 3/4 30-20 )/7.1

= 15,45+ ( 90/4-20 )/7 .1

= 15,45+ (22,5-20 )/7 .1

= 15,45+ 2,5/7 .1

= 15,45+0,36

= 15,8

RAK = Q3 – Q1
= 15,8 – 13,95
= 1,85

RSAK = ½ . RAK
= ½ . 1,85
= 0,925

Varians = S2 = ∑▒〖fi |xi –x ̅ | 〗^2/n

= 46,96/30

= 1,56

Simpangan Baku = √(s^2 )

= √1,56

= 1,24

SR = 1/n ∑▒〖fi | xi – 〗 x ̅|
= (4 | 1,97+7 . 0,97 + 9 .0,03 +7 . 1,03 + 2 . 2,03 +1 .3,03 |)/30

= (7,88+6,79+0,27+7,21+4,06+3.03)/30
= (29,24)/30 = 0,97

KV =s/x ̅ .100 %

= 1,24/(14,92 ) .100%

= 8,31%

Zscore =(x- x ̅)/S
Untuk nilai 12,5 = (12,5-14,92)/1,24
= -1,95
Untuk nilai 13 = (13-14,92)/1,24
= -1,55
Untuk nilai 13,5 = (13,5-14,92)/1,24
= -1,15
Untuk nilai 14 = (14-14,92)/1,24
= -0,74
Untuk nilai 14,5 = (14,5-14,92)/1,24
= -0,34
Untuk nilai 15 = (15-14,92)/1,24
= 0,06
Untuk nilai 15,5 = (15,5-14,92)/1,24
= 0,47
Untuk nilai 16 = (16-14,92)/1,24
= 0,87
Untuk nilai 16,5 = (16,5-14,92)/1,24
= 1,27
Untuk nilai 17 = (17-14,92)/1,24
= 1,68
Untuk nilai 17,5 = (17,5-14,92)/1,24
= 2,08

Hipotesis dan rancangan penelitian

Menguji Hipotesis
Suatu hipotesis harus dapat diuji berdasarkan data empiris, yakni berdasarkan apa yang dapat diamati dan dapat diukur. Untuk itu peneliti harus mencari situasi empiris yang memberi data yang diperlukan. Setelah kita mengumpulkan data, selanjutnya kita harus menyimpulkan hipotesis , apakah harus menerima atau menolak hipotesis. Ada bahayanya seorang peneliti cenderung untuk menerima atau membenarkan hipotesisnya, karena ia dipengaruhi bias atau perasangka. Dengan menggunakan data kuantitatif yang diolah menurut ketentuan statistik dapat ditiadakan bias itu sedapat mungkin, jadi seorang peneliti harus jujur, jangan memanipulasi data, dan harus menjunjung tinggi penelitian sebagai usaha untuk mencari kebenaran. Pengertian Hipotesis Penelitian Menurut Sugiyono (2009: 96), hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap rumusan masalah penelitian, di mana rumusan masalah penelitian telah dinyatakan dalam bentuk pertanyaan. Dikatakan sementara karena jawaban yang diberikan baru didasarkan pada teori. Hipotesis dirumuskan atas dasar kerangka pikir yang merupakan jawaban sementara atas masalah yang dirumuskan. Penelitian yang merumuskan hipotesis adalah penelitian yang menggunakan pendekatan kuantitatif. Pada penelitian kualitatif hipotesis tidak dirumuskan, tetapi justru diharapkan dapat ditemukan hipotesis. Selanjutnya hipotesis tersebut akan diuji dengan pendekatan kuantitatif.
Deskripsi Obyek Penelitian
Penelitian ini akan membahas secara ringkas tentang gambaran umum perusahaan, gambaran umum responden, dan analisis indeks jawaban responden
per variabel independen dan dependen.
Indosat didirikan pada tahun 1967 sebagai Perusahaan Modal Asing, dan memulai operasinya pada tahun 1969. Pada tahun 1980 Indosat menjadi Badan Usaha Milik Negara yang seluruh sahamnya dimiliki oleh Pemerintah Indonesia. Hingga sekarang, Indosat menyediakan layanan telekomunikasi internasional seperti SLI dan layanan transmisi televisi antar bangsa. PT Satelit Palapa Indonesia (Satelindo) didirikan pada tahun 1993 di bawah pengawasan PT Indosat yang baru mulai beroperasi pada tahun 1994 sebagai operator GSM. Pendirian Satelindo sebagai anak perusahaan Indosat menjadikan ia sebagai operator GSM pertama di Indonesia yang mengeluarkan kartu prabayar Mentari dan pascabayar Matrix.
Pada tahun 1994, Indosat memperdagangkan sahamnya di Bursa Efek Jakarta, Bursa Efek Surabaya, dan New York Stock Exchange. Indosat merupakan perusahaan pertama yang menerapkan obligasi dengan konsep syariah pada tahun 2002. Setelah itu, pengimplementasian obligasi syariah Indosat mendapat peringkat AA+. Nilai emisi pada tahun 2002 sebesar Rp 175.000.000.000,00. dalam tenor lima tahun. Pada tahun 2005 nilai emisi obligasisyariah Indosat IV sebesar Rp 285.000.000.000,00. Setelah tahun 2002 penerapanobligasi syariah tersebut diikuti oleh perusahaan-perusahaan lainnya. Memasuki abad ke-21, Pemerintah Indonesia melakukan deregulasi di sektor telekomunikasi dengan membuka kompetisi pasar bebas. Dengan demikian, Telkom tidak lagi memonopoli telekomunikasi Indonesia. Pada tahun 2001 Indosat mendirikan PT Indosat Multi Media Mobile (IM3) dan ia menjadi pelopor GPRS dan multimedia di Indonesia, dan pada tahun yang sama Indosatmemegang kendali penuh PT Satelit Palapa Indonesia (Satelindo). Pada akhir tahun 2002 Pemerintah Indonesia menjual 41,94% sahamIndosat ke Singapore Technologies Telemedia Pte. Ltd.. Dengan demikian, Indosat kembali menjadi PMA. Pada bulan November 2003 Indosat mengakuisisi PT Satelindo, PT IM3, dan Bimagraha. Penjualan 41,94% saham Indosat tersebut menimbulkan banyak kontroversi. Pemerintah RI terus berupaya untuk membeli kembali (buyback) saham Indosat tersebut agar pemerintah menjadi pemegang saham yang mayoritas dan menjadikan kembali Indosat sebagai BUMN, namun hingga kini upaya pemerintah tersebut belum terealisasi akibat banyaknya kendala.

Hipotesis
Hipotesis adalah dugaan sementara yang kebenarannya masih harus dilakukan pengujian. Hipotesis ini dimaksudkan untuk memberi arah bagi analisis penelitian (Marzuki, 2005). Disini kesimpulan sementaranya adalah :
H1: Semakin baik kualitas produk (X), maka semakin tinggi pula tingkat loyalitas pelanggan pada suatu produk (Y).
H2: Semakin baik kualitas pelayanan yang ditawarkan (X), maka semakin tinggi pula tingkat loyalitas pelanggan pada suatu produk (Y).
H3: Semakin baik desain suatu produk (X), maka semakin tinggi pula tingkat loyalitas pelanggan pada suatu produk (Y).
H4: Semakin wajar harga suatu produk (X), maka semakin tinggi pula tingkat loyalitas pelanggan pada suatu produk (Y).
H5: semakin tinggi tingkat kepercayaan pelanggan pada suatu produk (X), maka semakin tinggi pula tingkat loyalitas pelanggan pada suatu produk (Y)

Hasil pengujian hipotesis dijelaskan sebagai berikut:

1. Pengaruh Kualitas Produk terhadap Loyalitas Pelanggan
Hasil pengujian hipotesis 1 mendapatkan bahwa variabel Kualitas produk memiliki pengaruh yang signifikan terhadap loyalitas pelanggan. Hal ini berarti bahwa konsumen akan memilih produk dengan kualitas produk yang baik. Dalam penelitian ini konsumen yang menilai bahwa produk IM3 memiliki kualitas produk yang baik dan sesuai dengan kebutuhan pelanggan. Hipotesis 1 menunjukkan adanya pengaruh kualitas produk yang positif dan signifikan terhadap loyalitas pelanggan yang dapat didukung oleh hasil penelitian. Hasil ini menunjukkan bahwa kualitas produk yang ditentukan dalam proses pembelian akan menentukan tingkat kesetiaan pelanggan pada produk tersebut. Konsumen akan membandingkan kualitas produk dengan produk lain sehingga konsumen dapat menentukan produk yang dipilih untuk jangka waktu yang lama. Hasil penelitian ini mendapatkan bahwa dalam banyak hal karakteristrik kualitas produk IM3 sudah sesuai dengan kriteria sebagaimana yang diharapkan oleh konsumen, dimana dalam hal ini konsumen atau calon konsumen akan mengharapkan fitur atau keistimewaan tambahan produk yang ada, kualitas produk baik sesuai dengan kebutuhan pelanggan.

2. Pengaruh Kualitas Pelayanan terhadap Loyalitas Pelanggan
Pengujian hipotesis 2 menunjukkan adanya pengaruh yang positif dan signifikan pada variabel kualitas pelayanan terhadap loyalitas pelanggan produk IM3. Hasil ini menunjukkan bahwa penilaian yang baik mengenai produk yang sesuai dengan tingkat baik atau tidaknya kualitas pelayanan yang diberikan mendorong pelanggan untuk setia terhadap produk tersebut. Hasil ini menjelaskan bahwa hasil pengalaman konsumen dalam memakai produk akan menghasilkan penilaian konsumen terhadap produk tersebut. Apabila produk tersebut dapat memuaskan keinginan konsumen maka konsumen akan memberikan penilaian positif terhadap produk tersebut. Dengan penilaian tersebut maka konsumen akan tetap berkeinginan untuk membeli produk tersebut. Hasil ini menjelaskan bahwa pada umumnya konsumen akan memperhitungkan kualitas yang dapat diperoleh dari uang yang akan dikeluarkannya. Data empiris penelitian ini menunjukkan bahwa produk IM3 dinilai oleh konsumen memiliki kemampuan untuk mempertahankan kualitas pelayanannya. Selanjutnya dari kondisi tersebut diperoleh adanya loyalitas pelanggan yang semakin tinggi dimana dapat dilakukan oleh konsumen.

3. Pengaruh Desain Produk terhadap Loyalitas Pelanggan
Pengujian hipotesis 3 menunjukkan adanya pengaruh yang positif dan signifikan pada variabel desain produk terhadap loyalitas pelanggan produk IM3. Hasil ini menunjukkan bahwa penilaian yang baik mengenai desain tetap menggunakan produk tersebut. Hasil ini menjelaskan bahwa konsumen dalam mencari atau memilih mobil akan mempertimbangkan faktor desain produk tersebut. Data empiris penelitian ini menunjukkan bahwa IM3 dinilai oleh konsumen memiliki desain yang menarik, bervariatif dengan konsep futuristic dimana tidak terlihat ketinggalan zaman. Selanjutnya dari kondisi tersebut diperoleh adanya loyalitas pelanggan yang semakin tinggi yang dapat dilakukan oleh konsumen.

4. Pengaruh Harga terhadap Loyalitas Pelanggan
Hasil pengujian hipotesis 4 mendapatkan bahwa harga memiliki pengaruh positif terhadap loyalitas pelanggan. Hal ini berarti bahwa harga yang semakin wajar akan meningkatkan loyalitas pelanggan. Hasil ini menjelaskan bahwa harga dapat menjadi tambahan referensi bagi calon konsumen dan menjadi pertimbangan terhadap produk yang diinginkan. Harga yang wajar akan menjadi keputusan bagi konsumen untuk tetap setia pada produk tersebut. Hasil penelitian ini mendapatkan bahwa dalam banyak hal karakteristrik harga produk IM3 sudah sesuai dengan kriteria sebagaimana yang diharapkan oleh konsumen, dimana dalam hal ini konsumen atau calon konsumen akan mengharapkan harga produk yang sesuai dengan keistimewaan produk yang ada, harga yang relatif terjangkau dan harga yang sudah sesuai dengan manfaat produk. Kemudian dari hasil uji F memperlihatkan bahwa pengaruh secara bersamaan dari seluruh variabel independen (kualitas produk, kualitas pelayanan, desain produk, harga, dan kepercayaan) terhadap loyalitas pelanggan pada produk IM3 menunjukkan hasil yang signifikan. Hal tersebut ditunjukkan dari besarnya nilai F sebesar 21,397 dengan tingkat signifikansi 0,000 (kurang dari 0,05). Sementara itu, dari hasil perhitungan Koefisien Determinasi (R 2 ), dapat disimpulkan bahwa variabel-variabel independen dalam penelitian ini mampu menerangkan 53,2 % mengenai loyalitas pelanggan IM3 di Fakultas Ekonomi Universitas Diponegoro Semarang. Sedangkan sisanya 46,8 % dijelaskan oleh variabel lain yang tidak dimasukkan dalam penelitian ini.

Rancangan Penelitian
1. Tujuan
Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh masing – masing variabel, kualitas produk (X1), kualitas pelayanan (X2), desain produk (X3), dan harga (X4 ) dan kepercayaan (X5 ) terhadap loyalitas pelanggan (Y). Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh masing – masing variabel, kualitas produk (X1), kualitas pelayanan (X2), desain produk (X3), dan harga (X4 ) dan kepercayaan (X5) terhadap loyalitas pelanggan (Y).Khusunya terhadap produk im3 yang dipakai oleh mahasiswa fakultas ekonomi universitas diponogoro.

3. Lingkungan & Pengendalian Penelitian terhadap Variabel
Lingkungan tempat pengambilan data berada di universitas diponogoro.

4. Unit Analisis
Kegiatan menganalisis data dalam penelitian ini meliputi beberapa tahap dasar (Santoso dan Tjiptono, 2001), tahap tersebut diantaranya:
1. Proses editing
Tahap awal analisis data adalah melakukan edit terhadap data yang telah dikumpulkan dari hasil survey di lapangan. Pada prinsipnya proses editing data bertujuan agar data yang nanti akan dianalisis telah akurat dan lengkap.

2. Proses Coding
Proses pengubahan data kualitatif menjadi angka dengan mengklasifikasikan
jawaban yang ada menurut kategori-kategori yang penting (pemberian kode).

3. Proses Scoring
Proses penentuan skor atas jawaban responden yang dilakukan dengan membuat klasifikasi dan kategori yang cocok tergantung pada anggapan atau opini responden.

4. Tabulasi
Menyajikan data-data yang diperoleh dalam tabel, sehingga diharapkan pembaca dapat melihat hasil penelitian dengan jelas. Setelah proses tabulasi selesaikemudian data-data dalam tabel tersebut akan diolah dengan bantuan software statistik yaitu SPSS.

Dimensi Waktu
Pengambilan data dilakukan pada tahun 2010.

Pengukuran Konstruksi
Ukuran konstruksi disesuaikan dengan ukuran sim card pada umumnya.

Disain sampel
Desain produk IM3 dibuat sesuai selera anak muda, dengan
warna-warna yang cerah pada kemasan produk dan fitur-fitur yang “gaul”.

Metode Pengumpulan Data
Metode yang digunakan dalam pengambilan sampel adalah non probability sampling, yaitu metode pengambilan sampel yang tidak memberi peluang atau kesempatan sama bagi setiap unsur atau anggota populasi untuk dipilih menjadi sampel karena pertimbangan tertentu. Yang menjadi syarat pertimbangan dalam non probability sampling pada penelitian ini adalah mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Diponegoro yang menggunakan produk operator seluler IM3. Sedangkan teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini berupa purposive sampling dengan pembagian berdasarkan program studi dan angkatan yang masih terdaftar sebagai mahasiswa pada Fakultas Ekonomi Universitas Diponegoro meliputi mahasiswa D-III angkatan tahun 2007 sampai dengan 2009, mahasiswa S1 Reguler I angkatan tahun 2007 sampai tahun 2009, dan mahasiswa S1 Reguler II angkatan tahun 2007 sampai dengan 2009.

DAFTAR PUSTAKA

Click to access SKRIPSI_LENGKAP.pdf

Latihan Skripsi

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Dunia industri pada saat ini sudah berkembang pesat dan maju. Industri tidak pernah lepas dan jauh dari teknologi. Seiring dengan perkembangan zaman, teknologi semakin lama semakin canggih dan modern. Berdasarkan hal tersebut peningkatan produktivitas kerja manusia juga harus ditingkatkan karena semakin maju teknologi maka semakin meningkat pula produktivitas kerja manusia. Terkadang keterbatasan atau kemampuan manusia menjadi salah satu faktor yang berpengaruh terhadap produktivitas kerja manusia. Keterbatasan atau kemampuan manusia tidak sebanding dengan kemampuan yang dimiliki oleh mesin. Berdasarkan hal tersebut perlu diciptakan suatu alat atau mesin untuk menunjang produktivitas yaitu dengan proses manufaktur.
Pengaplikasian proses manufaktur pada laporan akhir ini yaitu membuat palu. Palu dibuat dengan dua komponen yaitu besi dan aluminium. Mesin-mesin yang digunakan untuk membuat palu yaitu dengan mesin bubut, ragam mesin, dan alat-alat yang membantu pembuatan palu seperti gergaji besi, kikir, kartel, dan lainnya. Ketelitian juga digunakan dalam proses pembuatan palu ini agar ukuran yang diperlukan dapat sesuai dengan yang akan dibuat. Fungsi membuat palu yaitu untuk mempermudah proses kerja manusia dan mempercepat suatu pekerjaan.

1.2 Perumusan Masalah
Perumusan masalah merupakan perrmasalahan yang dibahas pada laporan akhir ini. Masalah pada laporan akhir ini adalah bagaimana cara mengoptimalkan mesin konvensional dan non konvensional yang terdiri dari mesin bubut, mesin milling drilling, mesin sekrap dan ragam mesin dalam membuat produk palu serta pengaplikasian gambar proses kerja.
1.3 Tujuan Umum
Tujuan umum merupakan tujuan dari praktikum proses manufaktur. Tujuan umum ini berisikan 2 tujuan umum. Berikut adalah tujuan umum praktikum proses manufaktur:
1. Mengetahui bagian-bagian mesin bubut, mesin milling drilling, mesin sekrap, dan ragam mesin.
2. Mengetahui kegunaan mesin bubut, mesin milling drilling, mesin sekrap, dan ragam mesin.

1.4 Tujuan Khusus
Tujuan khusus merupakan tujuan dari pembuatan produk. Tujuan khusus ini merupakan tujuan pembuatan palu. Berikut tujuan khusus dari pembuatan produk:
1. Mengetahui alat dan bahan dalam pembuatan produk
2. Mengetahui mesin-mesin yang digunakan dalam pembuatan produk.
3. Mengetahui pengaplikasian gambar teknik pada proses kerja dalam pembuatan produk

1.5 Identifikasi Masalah
Kemajuan dalam teknologi mesin saat ini sangatlah pesat dan banyak persaingannya, penggunaan mesin seperti , mesin milling drilling, mesin sekrap. Saat ini kebutuhan mesin sangat dibutuhkan bagi para perusahaan industry yang menghasilkan produk sparepart bermacam-macam bentuknya. Untuk itu penulis ingin membuat mesin CNC (Chemechial Numeric Control) mesin ini mengggunakan computer yang didalamnya berisi inputan dan rumus-rumusnya. Mesin CNC ini harganya relative mahal teteapi dalam pembuatan jenis-jenis produk mesin CNC ini menghasilkan output yang sangat sempurna atau hasil yang optimal walaupun sedikit rumit memasukan inputan atau rumusnya

UNDANG –UNDANG PERINDUSTRIAN

 

 

  1. SEJARAH INDUTRI

 

        Industri berawal dari pekerjaan tukang atau juru. Sesudah mata pencaharian hidup berpindah-pindah sebagai pemetik hasil bumi, pemburu dan nelayan di zaman purba, manusia tinggal menetap, membangun rumah dan mengolah tanah dengan bertani dan berkebun serta beternak. Kebutuhan mereka berkembang misalnya untuk mendapatkan alat pemetik hasil bumi, alat berburu, alat menangkap ikan, alat bertani, berkebun, alat untuk menambang sesuatu, bahkan alat untuk berperang serta alat-alat rumah tangga. Para tukang dan juru timbul sebagai sumber alat-alat dan barang-barang yang diperlukan itu. Dari situ mulailah berkembang kerajinan dan pertukangan yang menghasilkan barang-barang kebutuhan. Untuk menjadi pengrajin dan tukang yang baik diadakan pola pendidikan magang, dan untuk menjaga mutu hasil kerajinan dan pertukangan di Eropa dibentuk berbagai gilda (perhimpunan tukang dan juru sebagai cikal bakal berbagai asosiasisekarang).
       

Sejak itu gelombang industrialisasi berupa pendirian pabrik-pabrik produksi barang secara massal, pemanfaatan tenaga buruh, dengan cepat melanda seluruh dunia, berbenturan dengan upaya tradisional di bidang pertanian (agrikultur).

 

  1. PENGERTIAN INDUSTRI.

 

Dari bahasa latin, Industria = buruh atau tenaga kerja Industri adalah suatu usaha atau kegiatan pengolahan bahan mentah atau barang setengah jadi menjadi barang jadi barang jadi yang memiliki nilai tambah untuk mendapatkan keuntungan. Usaha perakitan atau assembling dan juga reparasi adalah bagian dari industri. Hasil industri tidak hanya berupa barang, tetapi juga dalam bentuk jasa. Industri adalah suatu usaha atau kegiatan pengolahan bahan mentah atau barang setengah jadi menjadi barang jadi barang jadi yang memiliki nilai tambah untuk mendapatkan keuntungan. Usaha perakitan atau assembling dan juga reparasi adalah bagian dari industri. Hasil industri tidak hanya berupa barang, tetapi juga dalam bentuk jasa

Menurut UU No. 05 Tahun 1984, Perindustrian adalah tatanan dan segala kegiatan yang bertalian dengan kegiatan industri. Industri adalah kegiatan ekonomi yang mengelola bahan mentah, bahan baku, barang setengah jadi atau barang jadi menjadi barang dengan nilai yang lebih tinggi untuk penggunaannya, termasuk kegiatan rancang bangun dan perekayasaan industri. Kelompok industri adalah bagian-bagian utama kegiatan industri, yaitu kelompok industri hulu atau disebut juga kelompok industri dasar, kelompok industri hilir, dan kelompok industri kecil.

 

6 Konsep yang berkaitan dengan industri adalah sebagai berikut :

  1. Bahan mentah adalah semua bahan yang didapat dari sumber daya alam dan/atau yang diperoleh dari usaha manusia untuk dimanfaatkan lebih lanjut, misalnya kapas untuk inddustri tekstil, batu kapur untuk industri semen, biji besi untuk industri besi dan baja.
  2. Bahan baku industri adalah bahan mentah yang diolah atau tidak diolah yang dapat dimanfaatkan sebagai sarana produksi dalam industri, misalnya lembaran besi atau baja untuk industri pipa, kawat, konstruksi jembatan, seng, tiang telpon, benang adalah kapas yang telah dipintal untuk industri garmen (tekstil), minyak kelapa, bahan baku industri margarine.
  3. Barang setengah jadi adalah bahan mentah atau bahan baku yang telah mengalami satu atau beberapa tahap proses industri yang dapat diproses lebih lanjut menjadi barang jadi, misalnya kain dibuat untuk industri pakaian, kayu olahan untuk industri mebel dan kertas untuk barang-barang cetakan.
  4. Barang jadi adalah barang hasil industri yang sudah siap pakai untuk konsumsi akhir ataupun siap pakai sebagai alat produksi, misalnya industri pakaian, mebel, semen, dan bahan bakar.
  5. Rancang bangun industri adalah kegiatan industri yang berhubungan dengan perencanaan pendirian industri/pabrik secara keseluruhan atau bagian-bagiannya.
  6. Perekayasaan industri adalah kegiatan industri yang berhubungan dengan perancangan dan pembuatan mesin/peralatan pabrik dan peralatan industri lainnya.

 

 

  1. UNDANG-UNDANG PERINDUSTRIAN

Undang-undang mengenai perindustrian di atur dalam UU. No. 5 tahun 1984, yang mulai berlaku pada tanggal 29 juni 1984. Undang-undang no.5 tahun 1984 mempunyai sistematika sebagai berikut. Dalam bab ini pada pasal I UU. No 1 tahun1984 menjelaskan mengenai peristilahan perindustrian dan industri serta yang berkaitan dengan kedua pengertian pokok tersebut.Dalam UU No.5 tahun 1984 yang dimaksud dengan:

  1. Perindustrian adalah segala kegiatan yang berkaitan dengan kegiatan industri.

2. Industri dimana merupakan suatu proses ekonomi yang mengolah bahan mentah,bahan baku, dan bahan setengah jadi menjadi barang jadi yang mempunyai nilai ekonomi yang tinggi.

3. Kelompok industri sebagai bagian utama dari perindustrian yang terbagi dalam tiga kelompok yakni industri kecil, industri media, dan industri besar. Dan menjelaskan beberapa peristilahan lain yang berkenaan dengan perindustrian.

 

Pasal 2 UU No 5 tahun 1984 mengatur mengenai landasan dari pembangunan industri, dimana landasan pembangunan industri di Indonesia berlandaskan pada:

  1.  Demokrasi ekonomi, dimana sedapat mungkin peran serta masyarakat baik dari        swasta dan koprasi jangan sampai memonopoli suatu produk.
  2.  Kepercayaan pada diri sendiri, landasan ini dimaksudkan agar masyarakat dapat membangkitkan dan percaya pada kemampuan diri untuk dalam pembangunan industri.
  3. Manfaat dimana landasan ini mengacu pada kegiatan industri yang dapat dimanfaatkan sebesar-besarnya bagi masyarakat.
  4.  Kelestarian lingkungan hidup pada prinsipnya landasan ini mengharapkan adanya keseimbangan antara sumber daya alam yang ada serta kelestarian lingkungan guna masa depan generasi muda.
  5. Pembangunan bangsa dimaksudkan dalam pembangunan industri harus berwatak berdemokrasi umum

 

 

Pasal 3 mengenai tujuan dari pembangunan industri setidaknya ada sekitar 8 tujuan dari pembangunan industri yakni:

  1. Meningkatkan kemakmuran rakyat.
  2. Meningkatkan pertumbuhan ekonomi sehingga adanya keseimbangan dalam masyarakat yakni dalam hal ekonomi.
  3.  Meningkatnya pertumbuhan ekonomi diharapkan dapat pula menciptakan kemampuan dan penguasaan terhadap teknologi yang tepat guna.

dMeningkatnya kemampuan dari lapisan masyarakat sehingga peran aktif terhadap pembangunan industri juga semakin meningkat.

  1.  Meningkatnya pembangunan industri diharapkan dapat memperluas lapangan kerja
  • Meningkatkan penerimaan devisa .
  • Penunjang pembangunan daerah
  • Stabilitas nasional akan terwujud.

 

Kemudian dalam pasal 4 UU. No.5 tahun1984 mengatur mengenai masalah cabang industri. Dimana berkaitan dengan pasal 33 UUD 1945 bahwa setiap cabang industri dikuasai oleh Negara. Penguasaan Negara ini dimaksudkan agar tidak ada monopoli namun digunakakan sebagai kemantapan stabilitas nasional.Kemudian dalam pasal 5 UU. No.5 tahun 1984 mengatur mengenai bidang usaha dan jenis indutri, dimana pemerintah mengelompokan industri dalam tiga jenis industri yakni:

1. Industri kecil termasuk didalamnya keterampilan tradisional dan pengerajin yang menghasilkan benda seni.

  1. Selain industri kecil pemerintah juga menetapkan industri khusus untuk penanaman modal.Sedangkan untuk pengaturan, pembinaan, dan pengembangan industri diatur dalam pasal 7 UU No.5 tahun1984.

 

 

 

 

 

 

REFERNSI ATAU SUMBER :

 

Http://bplhd.jakarta.go.id

Http://id.wikipedia.org/wiki/Industri

Http://organisasi.org/pengertian_definisi_macam_jenis_dan_penggolongan_industri_di_

http://ghozaliq.com/2013/09/13/pengertian-industri-dan-perindustrian/

http://mitaanisaa.blogspot.com/2013/06/uu-perindustrian.html

http://hukum.unsrat.ac.id/uu/uu_5_1984.html

 

Istilah-istilah hak paten

Pengertian Paten Paten adalah hak eklusif yang diberikan oleh Negara kepada inventor atas hasil invensinya di bidang teknologi, yang untuk selama waktu tertentu melaksanakan sendiri invensinya tersebut atau memberikan persetujuannya kepada pihak lain untuk melaksanakannya.

Invensi Adalah ide inventor yang dituangkan ke dalam suatu kegiatan pemecahan masalah yang spesifik di bidang teknologi, dapat berupa produk atauproses, atau penyempurnaan dan pengembangan produk atau proses.

Inventor atau pemegang Paten Inventor adalah seorang yang secara sendiri atau beberapa orang yang secara bersama-sama melaksanakan ide yang dituangkan ke dalam kegiatan yang menghasilkan invensi. Pemegang paten adalah inventor sebagai pemilik paten atau pihak yang menerima hak tersebut dari pemilik paten atau pihak lain yang menerima lebih lanjut hak tersebut, yang terdaftar dalam daftar umum paten.

 

 

Tata Cara Pengajuan Hak Paten Di Indonesia

 

Mengingat akan pentingnya hasil dari inovasi yang diperoleh melalui tenaga, pikiran, waktu dan tidak sedikit biaya yang dikeluarkan untuk sebuah penemuan atau perkembangan teknologi melalui inovasi, maka diperlukan perlindungan atas hak dari kekayaan intelektual yang disebut Paten, dan berdasarkan Undang-Undang Paten Nomor 14 Tahun 2001 serta ketentuan dari Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan HAM RI, maka akan dijelaskan secara singkat mengenai Prosedur Pendaftaran Paten yang dapat dilakukan oleh para masyarakat atau pihak-pihak yang akan mempatenkan hasil penemuan atau inovasinya sebagai hak dari mereka sendiri. berikut penjelasan singkat :

Menurut UU Nomor 14 Tahun 2001, Paten berarti Hak Eksklusif yang diberikan negara kepada inventor atas hasil invensinya di bidang teknologi, yang untuk selama waktu tertentu melaksanakan sendiri invensinya tersebut atau memberikan persetujuannya kepada pihak lain untuk melaksanakannya. Dalam masalah paten, ada ketentuan bahwa pemegang paten wajib melaksanakan patennya di wilayah Indonesia. Itu artinya, ia mesti memproduksi patennya di Indonesia, mulai dari investasi, penyerapan tenaga kerja, hingga masalah transfer teknologi.

Untuk prosedur paten di dalam negeri disebutkan, bahwa :

  1. Pemohon paten harus memenuhi segala persyaratan.
  2. Dirjen HAKI akan mengumumkannya 18 (delapan belas) bulan setelah tanggal penerimaan permohonan paten.
  3. Pengumuman berlangsung selama 6 (enam) bulan untuk mengetahui apakah ada keberatan atau tidak dari masyarakat.
  4. Jika tahap pengumuman ini terlewati dan permohonan paten diterima, maka pemohon paten berhak mendapatkan hak patennya untuk jangka waktu 20 (dua puluh) tahun sejak terjadi filling date.

Adapun prosedur pendaftaran yang diberlakukan oleh Dirjen HAKI adalah sebagai berikut :

1. Permohonan Paten diajukan dengan cara mengisi formulir yang telah disediakan, dalam Bahasa Indonesia yang kemudian diketik rangkap 4 (empat).

2. Dalam proses pendaftaran paten ini, pemohon juga wajib melampirkan hal-hal sebagai berikut :

  • Surat Kuasa Khusus, apabila permohonan pendaftaran paten diajukan melalui konsultan Paten terdaftar selaku kuasa;
  • Surat pengalihan hak, apabila permohonan diajukan oleh pihak lain yang bukan penemu;
  • Deskripsi, klaim, abstrak serta gambar (apabila ada) masing-masing rangkap 3 (tiga);
  • Bukti Prioritas asli, dan terjemahan halaman depan dalam bahasa Indonesia rangkap 4 (empat) (apabila diajukan dengan Hak Prioritas);
  • Terjemahan uraian penemuan dalam bahasa Inggris, apabila penemuan tersebut aslinya dalam bahasa asing selain bahasa Inggris, dibuat dalam rangkap 2 (dua);
  • Bukti pembayaran biaya permohonan Paten sebesar Rp. 575.000,- (lima ratus tujuh puluh lima ribu rupiah); dan
  • Bukti pembayaran biaya permohonan Paten Sederhana sebesar Rp. 125.000,- (seratus dua puluh lima ribu rupiah) dan untuk pemeriksaan substantif Paten Sederhana sebesar Rp. 350.000,- (tiga ratus lima puluh ribu rupiah);
  • Tambahan biaya setiap klaim, apabila lebih dari 10 (sepuluh) klaim: Rp. 40.000,- (empat puluh ribu rupiah) per klaim.

3. Penulisan deskripsi, klaim, abstrak dan gambar sebagaimana dimaksud diatas ditentukan sebagai berikut :

  • Setiap lembar kertas hanya salah satu mukanya saja yang boleh dipergunakan untuk penulisan dan gambar;
  • Deskripsi, klaim dan abstrak diketik dalam kertas HVS atau yang sejenis yang terpisah dengan ukuran A-4 (29,7 x 21 cm ) dengan berat minimum 80 gram dengan batas : dari pinggir atas 2 cm, dari pinggir bawah 2 cm, dari pinggir kiri 2,5 cm, dan dari pinggir kanan 2cm;
  • Kertas A-4 tersebut harus berwarna putih, rata tidak mengkilat dan pemakaiannya dilakukan dengan menempatkan sisinya yang pendek di bagian atas dan bawah (kecuali dipergunakan untuk gambar);
  • Setiap lembar deskripsi, klaim dan gambar diberi nomor urut angka Arab pada bagian tengah atas;
  • Pada setiap lima baris pengetikan baris uraian dan klaim, harus diberi nomor baris dan setiap halaman baru merupakan permulaan (awal) nomor dan ditempatkan di sebelah kiri uraian atau klaim;
  • Pengetikan harus dilakukan dengan menggunakan tinta (toner) warna hitam, dengan ukuran antar baris 1,5 spasi, dengan huruf tegak berukuran tinggi huruf minimum 0,21 cm;
  • Tanda-tanda dengan garis, rumus kimia, dan tanda-tanda tertentu dapat ditulis dengan tangan atau dilukis;
  • Gambar harus menggunakan tinta Cina hitam pada kertas gambar putih ukuran A-4 dengan berat minimum 100 gram yang tidak mengkilap dengan batas sebagai berikut : dari pinggir atas 2,5 cm, dari pinggir bawah 1 cm, dari pinggir kiri 2,5 cm, dan dari pinggir kanan 1 cm;
  • Seluruh dokumen Paten yang diajukan harus dalam lembar-lembar kertas utuh, tidak boleh dalam keadaan tersobek, terlipat, rusak atau gambar yang ditempelkan;
  • Setiap istilah yang dipergunakan dalam deskripsi, klaim, abstrak dan gambar harus konsisten antara satu dengan lainnya.

4. Permohonan pemeriksaan substantif diajukan dengan cara mengisi formulir yang telah disediakan untuk itu dalam bahasa Indonesia dengan melampirkan bukti pembayaran biaya permohonan sebesar Rp. 2.000.000,- (dua juta rupiah).

Dan berdasarkan penjelasan diatas, setelah terdaftarnya hak paten atas nama inventornya, maka menimbulkan hak dan kewajiban bagi pemegang paten, dan hak eksklusif yang akan diperoleh pemegang paten adalah hak untuk melaksanakan sendiri hak paten yang dimilikinya, memberikan hak lebih lanjut kepada orang lain dan hak untuk melarang orang lain untuk melaksanakan patennya tanpa adanya persetujuan dari pemegang paten.

 

 

 Sifat dan Fungsi

Tujuan dari hak paten, yaitu:    

Memberikan Perlindungan Hukum atas setiap karya intelektual di bidang teknologi, sehingga terjamin hak kepemilikan pemegang paten,  Mewujudkan iklim yang lebih baik bagi kegiatan invensi di bidang teknologi, sebab teknologi memiliki peranan yang sangat penting dalam pembangunan nasional secara umum dan khususnya di sektor industry,  Memberikan insentif bagi para inventor dalam melakukan inovasi baru melalui hak eksklusif atas invensi yang dihasilkannya,  Sarana pengungkapan terbuka mengenai informasi teknologi terkini yang dipatenkan, sehingga masyarakat dapat memanfaatkannya untuk penyempurnaan dan pengembangan teknologi lebih lanjut.

 

Manfaat paten:

1.      Hak ekslusif

2.      Kepastian hukum

3.      Insentif terhadap suatu kreasi teknologi

4.      Posisi pasar yang kuat

5.      Meningkatkan daya saing

6.      Kesempatan lisensi

7.      Mendorong investasi (FDI)

8.      Katalis transfer teknologi

9.      Strategi perencanaan perdagangan dan industry

Manfaat informasi paten:

1.      Solusi masalah teknologi

2.      Mencari teknologi alternatif dan sumbernya

3.      Efisiensi, menghindari duplikasi kegiatan R&D

4.      Menghindai pelanggaan paten

5.      Eksploitasi paten-paten yang kadaluarsa

6.      Eksploitasi paten-paten asing yangtidak terdaftar di Indonesia

7.      Melihat tren teknologi

8.      Kemungkinan menjadi lisensor

 

 

 

Sejarah hak paten

Sekilas Sejarah Paten

Istilah paten berasal dari bahasa Inggris “patent” yang bersumber dari  bahasa latin patere yang berarti membuka diri (untuk pemeriksaan atau  diketahui pihak lain)  Istilah ini mulai populer sejak munculnya letters of patent yaitu surat  keputusan kerajaan yang memberikan hak eksklusif kepada individu dan pelaku bisnis tertentu 1623 Raja James I memberlakukan “Statute of Monopolies” yang mengatur pemberian paten hanya kepada temuan-temuan baru dimaksudkan untuk mendorong inventor agar mau membuka temuan atau  pengetahuannya demi kemajuan masyarakatPaten pertama di Amerika Serikat diberikan tanggal 30 Juli 1790 atas penemuan metode produksi garam abu (potassium carbonate)Hak prioritas adalah hak pemohon untuk mengajukan permohonan untuk  negara lain yang tergabung dalam Paris Convention for Protection for Industrial Property (Paris Convention) atau Agreement Establishing World Trade Organization (WTO Agreement)  hak bagi pemohon untuk mengajukan permohonan paten yang sudah didapatkan di negaranya, di negara-negara yang meratifikasi Paris Convention dan WTO Agreement

Invensi yang dapat diberi Paten (Pasal 2 s/d 7)

• Paten diberikan untuk invensi yang baru dan mengandung langkah inventif serta dapat    diterapkan dalam industri

• Suatu invensi dianggap baru jika pada tanggal penerimaan, invensi tersebut tidak sama dengan teknologi yang diungkapkan sebelumnya teknologi yang telah diumumkan di Indonesia atau di luar Indonesia dalam suatu tulisan, uraian lisan atau melalui peragaan, atau dengan cara lain yang memungkinkan seorang ahli untuk melaksanakan invensi tersebut sebelum:

a. Tanggal penerimaan atau

b. Tanggal prioritas

Pengertian Hak Merek

HAK MEREK

                  A.          Pengertian Hak Merek

Berdasarkan Pasal 1 Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2001 tentang Merek, merek adalah tanda yang berupa gambar, nama, kata, huruf-huruf, angka-angka, susunan warna, atau kombinasi dari unsur-unsur tersebut yang memiliki daya pembeda dan digunakan dalam kegiatan perdagangan barang atau jasa.

Hak atas merek adalah hak eksklusif yang diberikan oleh Negara kepada pemilik merek yang terdaftar dalam daftar umum merek untuk jangka waktu tertentu dengan menggunakan sendiri merek atau memberikan izin kepada pihak lain untuk menggunakannya.

 

B.   Jenis-jenis Merek

1. Merek Dagang

Merek dagang adalah merek yang digunakan pada barang yang diperdagangkan oleh seseorang atau beberapa orang secara bersama-sama atau badan hukum untuk membedakan dengan barang-barang sejenis lainnya.

2. Merek Jasa

Merek jasa adalah merek yang digunakan pada jasa yang diperdagangkan oleh seseorang atau beberapa orang secara bersama-sama atau badan hukum untuk membedakan dengan jasa-jasa sejenis lainnya.

3. Merek Kolektif

Merek kolektif adalah merek yang digunakan pada barang dan/atau jasa dengan karakteristik yang sama yang diperdagangkan oleh beberapa orang atau badan hukum secara bersama-sama untuk membedakan dengan barang dan/atau jasa sejenis lainnya.

 

 

  1. Fungsi Merek

Tanda Pengenal untuk membedakan hasil produksi yang dihasilkan seseorang atau beberapa orang secara bersama-sama atau badan hukum dengan produksi orang lain atau badan hukum lainnya.

Sebagai alat promosi, sehingga mempromosikan hasil produksinya cukup dengan menyebutkan mereknya.

3.    Sebagai jaminan atas mutu barangnya.

4.    Menunjukkan asal barang/jasa dihasilkan.

 

Persyaratan dan pendaftaran merek

 

Penelusuran Merek (Trademark Search)  Sebelum memutuskan untuk memakai sebuah logo atau nama sebagai merek dagang, disarankan (namun tidak diwajibkan) bagi pemilik usaha untuk  melakukan penelusuran merek (trademark search) terlebih dahulu untuk memastikan apakah logo atau nama yang dipilih telah didaftarkan oleh pihak lain untuk jenis jasa atau barang yang sama. Penelusuran merek menghindarkan pemilik usaha dari kerugian akibat penolakan permohonan pendaftaran merek dan dari kemungkinan tuntutan hukum dari pemilik merek terdaftar sebagai pemilik yang sah menurut hukum, baik secara perdata maupun pidana akibat memakai mereknya secara komersial tanpa seijin pemilik merek.
Penelusuran merek dapat dilakukan langsung melalui website Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual (Ditjen HKI) www.dgip.go.id. Apabila pencarian dirasa kurang lengkap, Anda dapat menghubungi kami untuk memperoleh informasi yang lebih akurat dan terkini dengan mengIsi formulir permintaan penelusuran merek.

Persyaratan Pengajuan Permohonan 

  • Nama, alamat dan kewarganegaraan Pemohon (Pemohon bisa perusahaan maupun perorangan);
  • 30 contoh merek berukuran maks. 9cm x 9cm, min. 2cm x 2cm 
  • Daftar jasa atau barang yang diberi merek;
  • Surat Pernyataan Kepemilikan* dari Pemohon;
  • Surat Kuasa* dari Pemohon kepada Kuasanya;
  • Salinan resmi Akta Pendirian Perusahaan dan Anggaran Dasar perusahaan atau fotokopinya yang dilegalisir notaris (khusus perusahaan/badan hukum);
  • Fotokopi KTP Pemohon atau Direktur yang berwenang (untuk perusahaan);
  • Fotokopi NPWP (khusus perusahaan).

Kasus hak merek

Merk atau merk dagang adalah nama atau simbol yang diasosiasikan dengan produk/jasa dan menimbulkan arti psikologis/asosiasi.

Jenis- Jenis Merk

Merek Dagang

Merk dagang adalah merk yang digunakan pada barang yang diperdagangkan oleh seseorang atau beberapa orang secara bersama-sama atau badan hukum untuk membedakan dengan barang-barang sejenis lainnya.

Merek Jasa

Merk jasa adalah merk yang digunakan pada jasa yang diperdagangkan oleh seseorang atau beberapa orang secara bersama-sama atau badan hukum untuk membedakan dengan jasa-jasa sejenis lainnya.

Merek Kolektif

Merk kolektif adalah merk yang digunakan pada barang dan/atau jasa dengan karakteristik yang sama yang diperdagangkan oleh beberapa orang atau badan hukum secara bersama-sama untuk membedakan dengan barang dan/atau jasa sejenis lainnya.

Fungsi dari merek dapat dikatakan sebagai pemberitahu dan pembanding produk yang dihasilkan oleh suatu perusahaan atau seseorang dengan produk dari perusahaan lain atau orang lain. Dapat dikatakan pula fungsi dari merek adalahsebagai jaminan mutu produk tersebut terutama dari segi kualitasnya. Oleh karena itu agar kepemilikan dan merek tersebut diakui oleh konsumen, maka dibutuhkan suatu hak merek agar tidak mudah di salah gunakan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab, seperti menduplikasi merek tersebut dengan merubah beberapa kata dari merek tersebut tetapi jenis produk sama ataupun sebaliknya.Kasus merek di Indonesia banyak terjadi baik bidang industri. Kasus-kasus tersebut bahkan ada yang menuai kontroversi dan ada yang masih saat ini tetap beredar di pasaran. Penulisan ini saya akan membahas salah satu contoh kasus merek yang beredar di pasaran, beserta analisis dan contoh-contoh lainnya.

Contoh kasus hak merek

 Pemalsuan Produk Milk Bath merek the Body Shop di Jakarta.

            Milk Bath adalah salah satu produk kosmetik yang dikeluarkan oleh THE BODY SHOP INTERNATIONAL PLC, suatu perusahaan kosmetik terkenal dari Inggris. Milk Bath digunakan untuk keperluan mandi yang mempunyai sifat larut dalam air, dan berfungsi untuk memutihkan badan. Produk-produk the Body Shop juga telah dipasarkan secara luas di Indonesia melalui pemegang lisensinya, yakni PT. MONICA HIJAU LESTARI.

Bentuk Pelanggaran :

Pada pertengahan tahun 1996 PT. MONICA HIJAU LESTARI banyak menerima keluhan dari konsumen mengenai produk milk bath (susu untuk mandi) yang berbeda dari produk yang sebelumnya biasa dipakai. Setelah diteliti ternyata produk tersebut tidak sama dengan produk yang dikeluarkan oleh THE BODY SHOP INTERNATIONAL PLC, dan diyakini produk milk bath yang beredar tersebut adalah palsu, dan ciri-ciri produk palsu tersebut, antara lain :

Menggunakan kemasan dari plastik yang dibungkus oleh kain, dan memiliki bentuk yang hampir sama dengan kemasan produk yang asli, namun mempunyai ukuran yang lebih kecil dibandingkan dengan produk yang asli;

1.Milk Bath yang palsu tersebut tidak larut dalam air.

2.Tidak mempunyai pengaruh/khasiat untuk memutihkan tubuh.

3.Dipasarkan dengan sistem direct selling.

Penegakan hukum

KEGIATAN MENSERASIKAN HUBUNGAN NILAI-NILAI YANG TERJABARKAN DI DALAM KAEDAH-KAEDAH YANG MANTAP DAN PENGEJAWANTAHAN DAN SIKAP TINDAK SEBAGAI RANGKAIAN PENJABARAN NILAI TAHAP AKHIR, UNTUK MEMELIHARA, DAN MEMPERTAHANKAN KEDAMAIAN PERGAULAN HIDUP

 

PENEGAKAN HUKUM TERPENUHI BILA :

5 PILAR HUKUM BERJALAN DENGAN BAIK J.I.:

 1. INTSRUMEN HUKUM YANG BAIK

 2. APARAT PENEGAK HUKUM YANG TANGGUH

 3. PERALATAN YANG MEMADAI

 4. MASYARAKAT YANG SADAR HUKUM

 5. BIROKRASI YANG MENDUKUNG

 

SUMBER :

Buku Panduan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) Ditjen HKI, 2006.

Prosedur Pengajuan Paten di Indonesia www.ambadar.com

 

http://umum.kompasiana.com/2009/10/12/istilah-istilah-dalam-paten-1-13008.html

 

http://aqwam.staff.jak-stik.ac.id/files/39.-legal-aspek-tik[2].pdf

 

http://www.dgip.go.id/merek/referensi-hukum

 

 http://sawitwatch.or.id/2012/06/penghormatan-terhadap-hak-asasi-manusia-tidak-ada-dalam-kamus-golden-agri-3/

 

 http://hukum.unsrat.ac.id/uu/uu_39_99.htm.

HUKUM INDUSTRI HAK DAN HAKI (CIPTA)

      HUKUM INDUSTRI

 

                                                   HAK CIPTA

 

PENGERTIA HAK CIPTA

 

Hak Cipta adalah hak eksklusif Pencipta atau Pemegang Hak Cipta untuk mengatur penggunaan hasil penuangan gagasan atau informasi tertentu. Pada dasarnya, hak cipta merupakan “hak untuk menyalin suatu ciptaan”. Hak cipta dapat juga memungkinkan pemegang hak tersebut untuk membatasi penggandaan tidak sah atas suatu ciptaan. Pada umumnya pula, hak cipta memiliki masa berlaku tertentu yangterbatas.
Hak cipta berlaku pada berbagai jenis karya seni atau karya cipta atau “ciptaan”. Ciptaan tersebut dapat mencakup puisi, drama, serta karya tulis lainnya,film, karya-karya koreografis (tari, balet, dan sebagainya), komposisi musik, rekaman suara, lukisan, gambar, patung, foto, perangkat lunak komputer,siaran radio dan televisi, dan (dalam yurisdiksi tertentu) desain industri.

Hak cipta merupakan salah satu jenis hak kekayaan intelektual, namun hak cipta berbeda secara mencolok dari hak kekayaan intelektual lainnya (seperti paten, yang memberikan hak monopoli atas penggunaan invensi), karena hak cipta bukan merupakan hak monopoli untuk melakukan sesuatu, melainkan hak untuk mencegah orang lain yang melakukannya.

Hukum yang mengatur hak cipta biasanya hanya mencakup ciptaan yang berupa perwujudan suatu gagasan tertentu dan tidak mencakup gagasan umum, konsep, fakta, gaya, atau teknik yang mungkin terwujud atau terwakili di dalam ciptaan tersebut. Sebagai contoh, hak cipta yang berkaitan dengan tokoh kartun Miki Tikus melarang pihak yang tidak berhak menyebarkan salinan kartun tersebut atau menciptakan karya yang meniru tokoh tikus tertentu ciptaan Walt Disney tersebut, namun tidak melarang penciptaan atau karya seni lain mengenai tokoh tikus secara umum.

 

 

SEJARAH HAK CIPTA

 

Awalnya, hak monopoli tersebut diberikan langsung kepada penerbit untuk menjual karya cetak. Baru ketika peraturan hukum tentang copyrightmulai diundangkan pada tahun 1710 dengan Statute of Anne di Inggris, hak tersebut diberikan ke pengarang, bukan penerbit. Peraturan tersebut juga mencakup perlindungan kepada konsumen yang menjamin bahwa penerbit tidak dapat mengatur penggunaan karya cetak tersebut setelah transaksi jual beli berlangsung. Selain itu, peraturan tersebut juga mengatur masa berlaku hak eksklusif bagi pemegang copyright, yaitu selama 28 tahun, yang kemudian setelah itu karya tersebut menjadi milik umum.

Berne Convention for the Protection of Artistic and Literary Works (“Konvensi Bern tentang Perlindungan Karya Seni dan Sastra” atau “Konvensi Bern“) pada tahun 1886 adalah yang pertama kali mengatur masalah copyright antara negara-negara berdaulat. Dalam konvensi ini, copyrightdiberikan secara otomatis kepada karya cipta, dan pengarang tidak harus mendaftarkan karyanya untuk mendapatkan copyright. Segera setelah sebuah karya dicetak atau disimpan dalam satu media, si pengarang otomatis mendapatkan hak eksklusif copyright terhadap karya tersebut dan juga terhadap karya derivatifnya, hingga si pengarang secara eksplisit menyatakan sebaliknya atau hingga masa berlaku copyright tersebut selesai.

 

UNDANG-UNDANG HAK CIPTA\

 

Dasar Hukum Hak Cipta tercantum pada Undang-Undang No 19 Tahun 2002 Tentang Hak cipta menyatakan bahwa Hak Cipta adalah hak yang mengatur karya intelektual di bidang ilmu pengetahuan, seni dan sastra yang dituangkan dalam bentuk yang khas dan diberikan pada ide, prosedur, metode atau konsep yang telah dituangkan dalam wujud tetap. Untuk mendapatkan perlindungan melalui Hak Cipta, tidak ada keharusan untuk mendaftarkan. Pendaftaran hanya semata-mata untuk keperluan pembuktian belaka. Dengan demikian, begitu suatu ciptaan berwujud, maka secara otomatis Hak Cipta melekat pada ciptaan tersebut. Biasanya publikasi dilakukan dengan mencantumkan tanda Hak Cipta ©.

Hak Cipta adalah hak eksklusif bagi Pencipta atau penerima hak untuk mengumumkan atau memperbanyak Ciptaannya atau memberikan izin untuk itu dengan tidak mengurangi pembatasan-pembatasan menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku.

UU No. 19 Tahun 2002 tentang Hak Cipta menyatakan Indonesia saat ini telah meratifikasi konvensi internasional dibidang hak cipta yaitu namanya Berne Convension tanggal 7 Mei 1997 dengan Kepres No. 18/ 1997 dan dinotifikasikan ke WIPO tanggal 5 Juni 1997, dengan konsekuensi Indonesia harus melindungi dari seluruh negara atau anggota Berne Convention.

 

FUNGSI DAN SIFAT HAK CIPTA

 

Berdasarkan UU No 19 Tahun 2002 Pasal 2 menyatakan Hak Cipta merupakan hak eksklusif bagi Pencipta atau Pemegang Hak Cipta untuk mengumumkan atau memperbanyak Ciptaannya, yang timbul secara otomatis setelah suatu ciptaan dilahirkan tanpa mengurangi pembatasan menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pencipta dan/atau Pemegang Hak Cipta atas karya sinematografi dan Program Komputer memiliki hak untuk memberikan izin atau melarang orang lain yang tanpa persetujuannya menyewakan Ciptaan tersebut unt uk kepentingan yang bersifat komersial.

Pasal 3 menyatakan Hak Cipta dianggap sebagai benda bergerak. Hak Cipta dapat beralih atau dialihkan, baik seluruhnya maupun sebagian karena:

 

Pewarisan

  •  Hibah
  •  Wasiat
  •  Perjanjian tulis, atau
  •  Sebab-sebab lain yang dibenarkan oleh peraturan perundang-undangan.

Pasal 4 menyatakan Hak Cipta yang dimiliki oleh Pencipta, yang setelah Penciptanya meninggal dunia, menjadi milik ahli warisnya atau milik penerima wasiat, dan Hak Cipta tersebut tidak dapat disita, kecuali jika hak itu diperoleh secara melawan hukum. Hak Cipta yang tidak atau belum diumumkan yang setelah Penciptanya meninggal dunia, menjadi milik ahli warisnya atau milik penerima wasiat, dan Hak Cipta tersebut tidak dapat disita, kecuali jika hak itu diperoleh secara melawan hukum.

 

JENIS-JENIS HAK CIPTA

 

Beberapa hak eksklusif yang umumnya diberikan kepada pemegang hak cipta adalah hak untuk:

  •  Membuat salinan atau reproduksi ciptaan dan menjual hasil salinan tersebut (termasuk, pada umumnya, salinan elektronik).
  •  Mengimpor dan mengekspor ciptaan. Menciptakan karya turunan atau derivatif atas ciptaan (mengadaptasi ciptaan).
  •  Menampilkan atau memamerkan ciptaan di depan umum.
  •   Menjual atau mengalihkan hak eksklusif tersebut kepada orang atau pihak lain.

Yang dimaksud dengan “hak eksklusif” dalam hal ini adalah bahwa hanya pemegang hak ciptalah yang bebas melaksanakan hak cipta tersebut, sementara orang atau pihak lain dilarang melaksanakan hak cipta tersebut tanpa persetujuan pemegang hak cipta.

 

BATASAN HAK CIPTA

 

Perkecualian hak cipta dalam hal ini berarti tidak berlakunya hak eksklusif yang diatur dalam hukum tentang hak cipta. Contoh perkecualian hak cipta adalah doktrin fair use atau fair dealing yang diterapkan pada beberapa negara yang memungkinkan perbanyakan ciptaan tanpa dianggap melanggar hak cipta.

Dalam Undang-undang Hak Cipta No 19 Tahun 2002 Pasal 14-18, beberapa hal diatur sebagai dianggap tidak melanggar hak cipta. Pemakaian ciptaan tidak dianggap sebagai pelanggaran hak cipta apabila sumbernya disebut atau dicantumkan dengan jelas dan hal itu dilakukan terbatas untuk kegiatan yang bersifat nonkomersial termasuk untuk kegiatan sosial, misalnya, kegiatan dalam lingkup pendidikan dan ilmu pengetahuan, kegiatan penelitian dan pengembangan, dengan ketentuan tidak merugikan kepentingan yang wajar dari penciptanya.

 

Tidak ada hak cipta atas hasil rapat terbuka lembaga-lembaga Negara, peraturan perundang-undangan, pidato kenegaraan atau pidato pejabat Pemerintah, putusan pengadilan atau penetapan hakim, ataupun keputusan badan arbitrase atau keputusan badan-badan sejenis lainnya (misalnya keputusan-keputusan yang memutuskan suatu sengketa). Di Amerika Serikat, semua dokumen pemerintah, tidak peduli tanggalnya, berada dalam domain umum, yaitu tidak berhak cipta.

Pasal 14 Undang-undang Hak Cipta mengatur bahwa penggunaan atau perbanyakan lambang Negara dan lagu kebangsaan menurut sifatnya yang asli tidaklah melanggar hak cipta. Demikian pula halnya dengan pengambilan berita aktual baik seluruhnya maupun sebagian dari kantor berita, lembaga penyiaran, dan surat kabar atau sumber sejenis lain, dengan ketentuan sumbernya harus disebutkan secara lengkap.

 

PROSEDUR PENDAFTARAN HAK CIPTA

 

Syarat untuk permohonan pendataran Hak Cipta:

  •  mengisi formulir pendaftaran ciptaan rangkap dua
  •  surat permohonan pendaftaran ciptaan mencantumkan: nama, kewarganegaraan
  •  uraian ciptaan rangkap dua Surat permohonan pendaftaran ciptaan hanya dapat diajukan:
  •  melampirkan bukti kewarganegaraan pencipta dan pemegang hak cipta berupa fotokopi KTP.
  •  permohonan pendaftaran ciptaan diajukan atas nama lebih dari seorang dan satu Badan Hukum dengan demikian nama-nama harus ditulis semuanyadengan menetapkan satu alamat pemohon.
  •  melampirkan contoh ciptaan yang dimohonkan pendaftarannya atau penggantinya.
  •  membayar biaya permohonannya pendaftaran sebesar Rp. 75.000 (tujuh puluh lima ribu rupiah)

 

http://coemix92.wordpress.com/2011/05/29/sejarah-hak-cipta/

http://monstajam.blogspot.com/2013/05/undang-undang-no19-tahun-2002-tentang.html

Taryana Soenandar, 1993, Perlindungan Hak Milik Intelektual Di Negara-Negara ASEAN, Sinar Grafika, Jakarta.

Hutauruk, 1988, Hak Cipta Terbaru, Erlangga, Jakarta.

Saidin , 2004, Aspek Hukum Hak Kekayaan Intelektual,RajaGrafindo Persada, Jakarta..

Saidin , 1995, Aspek Hukum Hak Kekayaan Intelektual,RajaGrafindo Persada, Jakarta: .

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

HUKUM INDUSTRI

 

HAK KEKAKAYAAN INTELEKTUAL

 

 

PENGERTIAN HAK KEKAYAAN INTELEKTUAL

Hak Atas Kekayaan Intelektual adalah hak eksklusif yang diberikan suatu hukum atau peraturan kepada seseorang atau sekelompok orang atas karya ciptanya. Menurut UU yang telah disahkan oleh DPR-RI pada tanggal 21 Maret 1997, HaKI adalah hak-hak secara hukum yang berhubungan dengan permasalahan hasil penemuan dan kreativitas seseorang atau beberapa orang yang berhubungan dengan perlindungan permasalahan reputasi dalam bidang komersial (commercial reputation) dan tindakan / jasa dalam bidang komersial (goodwill).

Dengan begitu obyek utama dari HaKI adalah karya, ciptaan, hasil buah pikiran, atau intelektualita manusia. Kata “intelektual” tercermin bahwa obyek kekayaan intelektual tersebut adalah kecerdasan, daya pikir, atau produk pemikiran manusia (the Creations of the Human Mind) (WIPO, 1988:3). Setiap manusia memiliki memiliki hak untuk melindungi atas karya hasil cipta, rasa dan karsa setiap individu maupun kelompok.

Kita perlu memahami HaKI untuk menimbulkan kesadaran akan pentingnya daya kreasi dan inovasi intelektual sebagai kemampuan yang perlu diraih oleh setiap manusia, siapa saja yang ingin maju sebagai faktor pembentuk kemampuan daya saing dalam penciptaan Inovasi-inovasi yang kreatif.

 

SEJARAH HAKI INTELEKTUALDI DUNIA

Sejarah Hak Kekayaan Intelektual di Dunia pertama kali ada di Venice, Italia yang menyangkut masalah paten pada tahun 1470. Caxton, Galileo dan Gutternberg tercatat sebagai penemu-penemu yang muncul dalam kurun waktu tersebut dan mempunyai hak monopoli atas penemuan mereka. Hukum-hukum tentang paten tersebut kemudian diadopsi oleh kerajaan Inggris di zaman TUDOR tahun 1500-an dan kemudian lahir hukum mengenai paten pertama di Inggris yaitu Statute of Monopolies (1623). Amerika Serikat baru mempunyai undang-undang paten pada tahun 1791. Upaya harmonisasi dalam bidang HaKI pertama kali terjadi tahun 1883 dengan lahirnya Paris Convention untuk masalah paten, merek dagang dan desain. Kemudian Berne Convention 1886 untuk masalah copyright atau hak cipta.        

 

SEJARAH HAK KEKAYAAN INTELEKTUAL DI INDONESIA

 

Secara historis, peraturan perundang-undangan di bidang HAKI di Indonesia telah ada sejak tahun 1840. Pemerintah kolonial Belanda memperkenalkan undang-undang pertama mengenai perlindungan HAKI pada tahun 1844. Selanjutnya, Pemerintah Belanda mengundangkan Undang-Undang Merek tahun 1885, Undang-Undang Paten tahun 1910, dan Undang-Undang Hak Cipta tahun 1912. Indonesia yang pada waktu itu masih bernama Netherlands East-Indies telah menjadi anggota Paris Convention for the Protection of Industrial Property sejak tahun 1888, anggota Madrid Convention dari tahun 1893 sampai dengan 1936, dan anggota Berne Convention for the Protection of Literaty and Artistic Works sejak tahun 1914.

Pada jaman pendudukan Jepang yaitu tahun 1942 sampai dengan 1945, semua peraturan perundang-undangan di bidang HAKI tersebut tetap berlaku. Pada tanggal 17 Agustus 1945 bangsa Indonesia memproklamirkan kemerdekaannya. Sebagaimana ditetapkan dalam ketentuan peralihan UUD 1945, seluruh peraturan perundang-undangan peninggalan Kolonial Belanda tetap berlaku selama tidak bertentangan dengan UUD 1945. Undang-Undang Hak Cipta dan Undang-Undang Merek tetap berlaku, namun tidak demikian halnya dengan Undang-Undang Paten yang dianggap bertentangan dengan pemerintah Indonesia. Sebagaimana ditetapkan dalam Undang-Undang Paten peninggalan Belanda, permohonan Paten dapat diajukan di Kantor Paten yang berada di Batavia (sekarang Jakarta), namun pemeriksaan atas permohonan Paten tersebut harus dilakukan di Octrooiraad yang berada di Belanda.

Pada tahun 1953 Menteri Kehakiman RI mengeluarkan pengumuman yang merupakan perangkat peraturan nasional pertama yang mengatur tentang Paten, yaitu Pengumuman Menteri Kehakiman no. J.S 5/41/4, yang mengatur tentang pengajuan sementara permintaan Paten dalam negeri, dan Pengumuman Menteri Kehakiman No. J.G 1/2/17 yang mengatur tentang pengajuan sementara permintaan paten luar negeri.

 

BIDANG HAKI KEKAYAAN DI DUNIA

Secara umum Hak Kekayaan Intelektual meliputi 2 kategori yaitu :

  1.  Hak Cipta
  2.  Hak Kekayaan Industri

Hak Kekayaan Industri terdiri dari :

  1.  Paten
  2.  Merk
  3.  Desain Industri
  4.  Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu, dan
  5.  Varietas Tanaman

 

UNDANG-UNDANG HAKI DI INDONESIA

Menimbang:

  1. bahwa Indonesia adalah negara yang memiliki keanekaragaman etnik/suku bangsa dan budaya serta kekayaan di bidang seni dan sastra dengan pengembangan pengembangannya yang memerlukan perlindungan Hak Cipta terhadap kekayaan intelektual yang lahir dari keanekaragaman tersebut;
  2. bahwa Indonesia telah menjadi anggota berbagai konvensi/perjanjian internasional di bidang hak kekayaan intelektual pada umumnya dan Hak Cipta pada khususnya yang memerlukan pengejawantahan lebih lanjut dalam sistem hukum nasionalnya;
  3. bahwa perkembangan di bidang perdagangan, industri, dan investasi telah sedemikian pesat sehingga memerlukan peningkatan perlindungan bagi Pencipta dan Pemilik Hak Terkait dengan tetap memperhatikan kepentingan masyarakat luas;
  4. bahwa dengan memperhatikan pengalaman dalam melaksanakan Undang undang Hak Cipta yang ada, dipandang perlu untuk menetapkan Undang undang Hak Cipta yang baru menggantikan Undang undang Nomor 6 Tahun 1982 tentang Hak Cipta sebagaimana telah diubah dengan Undang undang Nomor 7 Tahun 1987 dan terakhir diubah dengan Undang undang Nomor 12 Tahun 1997;
  5. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana tersebut dalam huruf a, huruf b, huruf c, dan huruf d, dibutuhkan Undang undang tentang Hak Cipta;

 

Mengingat:

  1. Pasal 5 ayat (1), Pasal 20 ayat (1), Pasal 28 C ayat (1), dan Pasal 33 Undang Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945;
  2. Undang undang Nomor 7 Tahun 1994 tentang PengesahanAgreement Establishing the World Trade Organization(Pembentukan Organisasi Perdagangan Dunia), (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1994 Nomor 57, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3564);

 

 

SISTEM HAKI

 

Sistem HAKI merupakan hak privat (private rights). Disinilah ciri khas HKI. Seseorang bebas untuk mengajukan permohonan atau mendaftar karya intelektual atau tidak. Hak eksklusif yang diberikan negara kepada individu pelaku HKI (inventor, pencipta, pendesain, dan sebagainya) tidak lain dimaksud sebagai penghargaan atas hasil karya (kreativitas)nya dan agar orang lain terangsang untuk lebih lanjut mengembangkan lagi, sehingga dengan sistem HKI tersebut kepentingan masyarakat ditentukan melalui mekanisme pasar. Di samping itu, sistem HKI menunjang diadakannya sistem dokumentasi yang baik atas bentuk kreativitas manusia sehingga kemungkinan dihasilkan teknologi atau hasil karya lain yang sama dapat dihindarkan/dicegah. Dengan dukungan dokumentasi yang baik tersebut, diharapkan masyarakat dapat memanfaatkan dengan maksimal untuk keperluan hidup atau mengembangkan lebih lanjut untuk memberikan nilai tambah yang lebih tinggi lagi.

 

 

BADAN KHUS YANG MENANGANI HAKI

Badan tersebut adalah World Intellectual Property Organization (WIPO), suatu badan khusus PBB, dan Indonesia termasuk salah satu anggota dengan diratifikasinya Paris Convention for the Protection of Industrial Property and Convention Establishing the World Intellectual Property Organization.

Sumber:
http://goryskankin.blogspot.com/2013/04/makalah-hak-atas-kekayaan-intelektual.html

http://3nurdianto.blogspot.com/2013/03/sejarah-haki-di-dunia.html

wikisource.org/wiki/Undang-Undang_Republik_Indonesia_Nomor_19_Tahun_2002

http://tirsavirgina.wordpress.com/2012/04/24/hak-kekayaan-intelektual-haki/