Pengetahuan lingkungan

Pengetahuan lingkungan

Menurut pendapat saya pribadi selama mendapatkan bimbingan pelajaran dari mata kuliah  pengetahuan lingkungan yang diajarkan oleh dosen bernama yuyun yuniar, banyak materi yang saya dapatkan mulai dari hal kecil sampai yang besar dari pelajaran lingkungan hidup, banyak pelajaran yang dapat saya ambil dari bu yuyun yuniar dia selalu bisa memberikan materi yang cepat diserap untuk mahasiswanya serta memberikan tugas yang sesuai bisa bekerjasama atau bertukan fikiran tentang pelajaran tersebut dan dosen memberikan materi yang tidak terlalu rumit.

Hal berikutnya yang bisa saya daptkan dari dosen ini ialah selalu tepat waktu hal ini membuktikan bahwa dosen ini selalu bertanggung jawab atas tugasnya sebagai pengajar di universitas gunadarma. Terima kasih

PENERAPAN ISO 14001 PADA PERUSAHAAN

PENERAPAN ISO 14001
PADA PERUSAHAAN

Sejarah ISO 14001
SEJARAH ISO 14001

ISO 14000 adalah standar internasional mengenai manajemen lingkungan yang dikeluarkan oleh International Organization for Standardisation (ISO) dan penerapannya bersifat sukarela.Standar ISO seri 14000 mulai diperkenalkan pada awal tahun 1990-an yang merupakan suatu perkembangan aspek manajemen atau pengelolaan mutu. Tidak semata-mata aspek teknis atau ekonomis saja.
Tujuan ISO 14000 antara lain adalah :
1. Mendorong upaya dan melakukan pendekatan untuk pengelolaan Lingkungan hidup dan sumberdaya alam dan kualitas pengelolaannya diseragamkan pada lingkup global.
2. Meningkatkan kemampuan organisasi untuk mampu memperbaiki kualitas dan kinerja Lingkungan Hidup dan Sumberdaya Alam.
3. Memberikan kemampuan dan fasilitas pada kegiatan ekonomi dan industri, sehingga tidak mengalami rintangan dalam berusaha.
Untuk mencapai tujuan tersebut dibentuk SAGE (Startegic Advisory Group on the Environment). Kemudian TC 207 (Komisi Teknis) pada tahun 1993 dibentuk oleh Organisasi Internasional untuk Standarisasi (ISO). Komisi ini terdiri dari berbagai negara dan bertugas merumuskan konsep standar internasional di bidang lingkungan. Adapun pembagian tugasnya adalah sbb. :
 Sub komisi yang menangani Environmental Management System (Sistem pengelolaan Lingkungan dan sumberdaya alam),
 Sub komisi yang menangani Environmental Auditing (Odit Lingkungan),
 Sub komisi yang menangani Environmental Labelling (Label Lingkungan),
 Sub komisi yang menangani Environmental Performance Evaluating (Evaluasi Kinerja Lingkungan),
 Sub komisi yang menangani Life Cycle Analysis (Analisis Daur Hidup),

Penerapan ISO-14001
Penerapan ISO-14001 berarti merencanakan pengendalian dan menerapkan pengendalian terhadap semua aktifitas dalam organisasi yang mempunyai aspek-aspek lingkungan yang potensial merugikan lingkungan. Organisasi juga harus memahami semua peraturan dan perundangan lingkungan yang terkait dengan aktifitas-aktifitasnya dan berupaya untuk memenuhi peraturan dan perundangan tersebut.Penerapan ISO-14001 membutuhkan komitmen dari pihak manajemen dan pengembangan wawasan dan setiap karyawan akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan.]Sama halnya dengan penerapan ISO-9001, Penerapan ISO-14001 juga membutuhkan tahapan-tahapan yang sistematis,yang dimulai dari tahapan perencanaan perubahan, pelaksanaan, pemantauan dan tindak lanjut.

Ukuran Keberhasilan dalam Penerapan ISO-14001
Keberhasilan dalam penerapan ISO-14001 diukur dari 2 parameter dasar: Kesesuaian sistem manajemen dengan persyaratan ISO-14001 (yang berarti keberhasilanmemperoleh sertifikat ISO-14001) dan meningkatnya kemampuan organisasi dalam melakukan pengendalian terhadap berbagai aktifitas yang mempunyai dampak terhadap lingkungan.
SERTIFIKASI ISO 14001
Sambutan ISO seri 14000 di Indonesia sangat baik, tak kurang dari 85 industri yang telah sukarela menerapkan SML (ISO 14001) dalam menjalankan kegiatan usahanya. Dari 85 industri tersebut, tercatat sudah 26 industri yang telah memperoleh sertifikat ISO 14001. Penerapan ISO 14001 adalah pendekatan sistem, jadi dengan menerapkan standard tersebut berarti kita memperbaiki sistem.
Sertifikasi atas ISO 14001 mempunyai arti bahwa sistem manajemen lingkungan dari perusahaan diakses, dinilai atau dievaluasi, dan hasilnya telah memenuhi persayaratan-persyaratan yang sesuai dengan standar SML ISO 14001. Terdapat tiga jenis sertifikasi, yaitu :
– Sertifikasi jenis I atau sertifikasi pihak ketiga
– Sertifikasi jenis II atau pernyataan diri
– Sertifikasi jenis III atau sertifikasi pihak kedua

Tabel 1. 10 perusahaan yang menerapkan iso 14001 beserta penerapannya

Nama Perusahaan Alamat Produk
PT. Trias Indra Saputra Sentra Industri Terpadu Pantai Indah Kapuk Jl. Dr Kamal Muara VII Blok A No.6
Jakarta Utara 14470, Jakarta
Indonesia Cable tray, Cable Ladder and Multitray) , Strut System ( Unistrut Channel) , Electrical Switchboard / Panel Listrik ( Panel Box, Panel Listrik Tegangan Rendah, Panel Listrik Tegangan Menengah) .
PT. Dewata Makmur Bersama Jl. Yos Sudarso Kav. 89, Wisma Mitra Sunter 15th FLoor #15-04
DKI Jakarta, Jakarta
Indonesia custom clearance, pengangkutan darat, udara dan jasa angkutan laut, distribusi, gudang dan logistik sollutions layanan
PT. DustindoEngineering Jl. Raya Lingkar Luar Timur Sidoarjo
Sidoarjo 61256, Jawa Timur
Indonesia instalasi dan modifikasi mesin industry
PT. Simargraha Arkananta l. Yos Sudarso Kav. 89, Wisma Mitra Sunter 15th FLoor #15-04
DKI Jakarta, Jakarta
Indonesia custom clearance, pengangkutan darat, udara dan jasa angkutan laut, distribusi, gudang dan logistik sollutions layanan
PT. PAL Indonesia Ujung, Surabaya Elektik
PT. Amarta Karya Jl. Veteran No.112 Bekasi 17123 Indonesia
Fabrikasi Konstruksi Baja
Cibi Sparepart Cibinong City Blok P15 B
Cibinong-Bogor 16913, Jawa Barat Spare part kendaraan bermotor dan kebutuhan industri
PT. TLI-Teknotama
Lingkungan Internusa Chofa Shop House 6 Suko Manunggal Jaya – Darmo Town Satelit
Surabaya 60188, Jawa Timur asa layanan professional di bidang pelestarian lingkungan hidup
PT. Broquet Indonesia Graha SPBU PERTAMINA-Boulevard Barat 6 Kelapa Gading
Jakarta 14205, Jakarta
Indonesia
Broquet™ Fuel Catalyst

Audit Lingkungan ISO 14001
BaritoPacificTimberTbk.danPT.BinajayaRodakaryatelahmemperolehakreditasiISO14001,standar internasional untuk sistem manajemen lingkungan (EMS).Akreditasi diberikan pada tanggal 20 Maret 2000 dan berlaku selama tiga tahun dari tanggal tersebut “sesuai dengan implementasi berkesinambungan yang memuaskan dari sistem manajemen operator” (BVQI ISO 14001 Sertifikat # 66596). BVQI (Bureau Veritas Quality International) melaksanakan audit sertifikasi dan akan terus melaksanakan audit-audit eksternal EMSpada interval enam bulanan. Audit berikutnya dijadwalkan pada bulan Februari 2001. Sebagai bagian dari proses ISO 14001, perusahaan ini memperbaiki penyelenggaraan lingkungan perusahaannya dan menyusun prosedur kerja untuk mencapai tujuan ini.Juga sebagai bagian dari proses tersebut, perusahaan telah melaksanakandanakanterusmelaksanakanauditinternaluntukmemastikan EMS diimplementasikan secara efektif, dan untuk mengidentifikasi cara-cara yang menjamin perbaikan berkesinambungan dari penyelenggaraan lingkungan perusahaan. Meskipun Tinjauan Lingkungan Awal (Initial Environmental Review) yang dilaksanakan sebagai bagian dari proses ISO 14001, departemen lingkungan perusahaan mengeluarkan laporan foto yang memperinci contoh-contoh dari kegiatan manajemen tidak baik yang mendapat perhatian selama pemeriksaan. Laporan ini didistribusikan kepada kepala-kepala departemen dengan instruksi agar memperbaiki keadaan ini. Audit internal dilaksanakan bulan Juli 2000 yang berlaku sebagai mekanisme untuk menjamin bahwa semua perbaikan telah dilakukandan mengidentifikasi perbaikan yang masih belum selesai atau baru. Tujuannyaadalah untuk membuat laporan fotolanjutan berdasarkan audit bulan Juli. Tetapi sejauh ini belum tercapai. Selama audit juga banyak contoh pelaksanaan manajemen tidakbagus yangdidapat dari laporan foto,ternyata masih dijumpai dilingkungan perusahaan.
BVQI melaksanakan audit eksternal EMS selama bulan Agustus 2000,dan selama itu ada beberapa poin persoalan yang mendapat perhatian, yaitu:
1. Kontrol debu yang tidak layak,
2. Total Padatan Tersuspensi (TSS) di log pond masih terlalu tinggi. Rencana-rencana kerja untuk mengurangi polusi log pond perlu diperbaiki,
3. Mengurangilimbahkayudanmemperbaikitingkatpemulihankayudiarealutama yangmemerlukanperbaikansegera,dan
4. Tidakadanyabuktipengawasanemisicerobongasap,bauataupengawasanvibrasi.
Semenjakauditeksternaltelahadatinjauaninternaldaripersoalan-persoalanini, yang menghasilkan saran perbaikan dan mengidentifikasi orang-orang yang bertanggung jawabmelaksanakanperbaikantersebut.Masihbelumadatindakansampaisekarangdan persoalan-persoalaninimasihterbuka.Temuan Audit :
1. LimbahKayu
LimbahkayumerupakanpersoalankritisdiPT.BaritoPacificTimberTbk.dan PT. Binajaya Rodakarya, dan diidentifikasi BVQI sebagai salah satu dari persoalan-persoalanutamayangmemerlukanperhatianmelaluiEMSISO14001. Selama tinjauanlapanganterdapatbanyakbuangandarisumberalamiah,yaitukayu, selamaprosesproduksi.Halinimeliputi:
1. kayuyangdibuangselamaprosespenggergajiandalamjumlahbanyak
2. jumlah kayu gelondongan yang membusuk sebelum dipakai. Kebijakan “pertamadatang,pertamadiolah”(firstinfirstout)harusdiimplementasikanagar kayudigunakansebelumrusak,
3. kerusakankayugelondongankarenakulitkayu dibiarkanmelekat,membiarkan vetebratamerusaklog-logyangmenyebabkantingkatpemulihanrendah,dan
4. sejumlah besarprodukakhir,terutamakayupapan,ditumpuk di tempat terbukadalamjangkawaktuyanglamadan kemungkinantidakbisadijual.
Kebanyakankulitkayudanbeberapalimbahkayulainsaatinidibuangketanahrawa untukmereklamasitanahtersebut.Arealinikelihatannya tidakmemilikitumbuhan dan darisegiestetikatidaklahmenarik. Selainitu,areal-arealyangsebelumnya dipakai untuk pembuangan limbah kayu nampaknya tidak ber- regenerasidengancepat,dan pembakaransecarabebasmenimbulkanpersoalankualitas udara.
2. Air
FasilitasperusahaanPT.BaritoPacificTimberTbk.danPT.BinajayaRodakarya letaknya berdekatan dengan sejumlah anak sungai. Di sebelah timur, pabrik berbatasan dengan, dan menggunakan,sungai Barito. Di sebelah utara adalah sungai AndjirSoebardjo.HandilSungai Barito,anaksungaikecil darisungaiBarito,mengalirkearahtimurlaut daripabrik.Arealpabrik dandaerah luarkotadisekelilingnyarendah letaknyadanmudahkebanjiran.
Kepadaauditor ditunjukkan keseimbangan air semua areal pengolahan pabrik (kecuali penggergajian yang tidak menggunakan air dalam aktifitasnya). Keseimbangan air menunjukkanbahwa sebagian air pengolahandipompa dari sungai Barito.
Staflapanganmenunjukkanbahwamerekatidakmenemukanadanyakontaminasi air permukaan yang berhubungan dengan pabrik. Namun demikian, selama tinjauankelokasitercatatadanyakontaminasihidrokarbonsungaiBaritodisekitarlogponddanarealpenggergajian.Lapisan minyak dipermukaan airberasal dari derek,relconveyordanchainsawtarik.Terdapatsejumlahminyakdanpelumasdi bawahperalatanini,yangtidak mempunyaitempatpengeringanlainselainlogpond dansungai.
SungaiBaritojugadipakaiparastafuntukmandidanmencuci.Sabundandeterjenakanmengkontaminasisungai.Selainitu, disungai jugaditemukansampah.Tidakjelas darimana asalnya,bisasajaberasaldarilokasi-lokasilain.
3. KualitasUdara
Debumerupakanpersoalan diberbagai lokasi,tetapiyangterparahterdapatdiareal pembuatanparticleboard danpabrikkayulapis.Tidakadapengawasandebuyang dilaksanakansaatini,walaupundebumembahayakanlingkungandankesehatan sertakeamanan.Selainitu,bahankimiayangdigunakandalamprosespembuatan lem dan penggunaan lem, baik di pabrikkayu lapis atau di areal pembuatan particleboardmenimbulkanpersoalankualitasudara.
Sejumlahcerobongasapdilapanganberhubungandenganketelyangmenjalankan diesel,pembakaranlimbahkayudandebugergajian,danjugatempatpembakaranbuangan limbah. Cerobong-cerobong ini menghasilkan asap pencemar dalam jumlahyangbesardankarenanyamemerlukanpengawasan.Programpengawasan cerobongasaptelah tertinggalolehprogramEMSsaataudit.Tetapipadarapatselanjutnyadenganstaflapangan(tanggal19Oktober2000) program pengawasan cerobong asap direkomendasikan pada tanggal 11 Oktober 2000. PengawasandilakukanolehBPPI tetapi hasilnyabelumtersedia.
Arealluasyangsebelumnyadigunakansebagailahanpenimbunankulitkayudan limbahkayu,sebagaibagiandariupayareklamasisebagiantanahrawadilokasi,dibakar. Aktifitasinimenyebarkanbanyakasapkeatmosfer.
BVQImencatattidakadapengawasanvibrasiataubauyangdilaksanakan saatini. Perusahaanmengalamikesulitandalammengorganisasipengawasankarenahanya duaorganisasidiIndonesiayangdianggapmampu melakukanmonitoringjenisini. Organisasi-organisai ini didekatidan dimintauntukmelaksanakanpengawasan tersebutpadatanggal20Oktober2000.Tanggalitutelahberlalutetapimonitoring tersebut tidak pernahdilaksanakan.
Analisis Terhadap Kasus
Temuan audit berupa beberapa pelanggaran terhadap ISO 14001 pada PT.BaritoPacificTimberTbk.dan PT. Binajaya Rodakarya harus cepat diatasi. Pelanggaraan pertama pada limbah kayu dari proses produksi, perusahaan seharusnyamenanggapipersoalanlimbahkayusebagaisesuatuyang cepat diatasikarenahalinimerupakanpersoalanyangberhubungandenganakreditasiISO 14001. Limbah berupa hasil penggergajian yang jumlahnya banyak seharusnya bisa diatasi salah satunya dengan menjalin kerja sama dengan perusahaan lain yang membutuhkan bahan baku berupa serbuk kayu hasil penggergajian tersebut, sehingga PT.BaritoPacificTimberTbk.dan PT. Binajaya Rodakarya bisa menambah keuntungan perusahaan.Pemerolehankayuberdasarkansemuaprosesdarisaat kedatangan kayu sampai pada pengolahan akhir, dan juga keefektifan mesin pengolahan yang digunakan. Hasil-hasil ini bisa dipakai untukmengidentifikasikan areal-areal yang mempunyai buangan terbesar dan bisadipakaiuntukmeningkatkan rata-ratapemerolehan. Distribusikayuharusjugadiperhatikan,karenasejumlahbesarkayuolahandilapangan nampaknya ditimbun dalam jangka waktu lama, yang terbuka bagi elemen-elemen tersebut. Akibatnya, tumpukan-tumpukan ini akan berkurangnilainya.
Limbah air di saluran air permukaan dekat areal-areal pemrosesan menunjukkantingkatpencemaranyangtinggi.Persoalaninimemerlukanperhatian segerauntukmengembalikankondisitersebutkebatas-batasyang diperbolehkan.Sebagai alternatif, air limbah dari parit-parit penampungan ini harus memiliki sistem drainase yang tertutup dan dialihkan ke pusat pengolahanlimbahcairdi lapanganuntukdiproses. Saluranair dipermukaanpada lokasipabrikdiketahuimemilikikotorandanlapisan berminyak di beberapa tempat. Saluran-saluran ini langsung berhubungan ke sungaiBaritodanmudahkebanjiran.Dimana saluraniniditutup,penutupbetonnyaharus diperbaiki,dan langkah-langkah selanjutnya harus diambil untuk menjaminbahwa saluran-saluraninitidaktercemar.Jikaterdapatpolusidisaluran-saluranini,air limbah harus dipindahdandiolahdipusatpengolahanairlimbah.
Persoalan yang terakhir yang ditemukan yaitu debu, dimana debudipandangsebagaimasalahdilapangan,baikselamaauditinidanselamaaudit BVQI.Pengawasankualitasudaraharusdilaksanakandanhasilnya harus segera ditindaklanjutiseperti prosedur yang ditentukan, dengan mengurangijumlah bahan kimia yang dilepaskanke atmosfer, terutamaformalin.

Sumber :

1. Hasmawaty, 2008, Diktat Pengetahuan Lingkungan, Fak. Teknik, Univ. Bina Darma
2. Mahida, U.N, 1972,Pencemaran Airdan Pemanfaatan Limbah Industri, cetakan ke-2 (terjemahan), Rajawali Jakarta.
3. http://renalkrenz.blogspot.com/2010/03/audit-lingkungan.html
4. Cokorda Prapti M; 2004, Pengenalan ISO 14000, Universitas Guna Darma
5. Miller, 1991, Environmental Science : Sustaining The Earth, Wadsworth

Pengetahuan lingkungan

by hadi nugroho
3ID07
33412227
1. Jelaskan Pengertian pengentahuan lingkungan dari berbagai sumber :
Menurut S.J MCNAUGHTON & LARRY L. WOLF Lingkungan hidup adalah semua faktor ekstrenal yang bersifat biologis dan fisika yang langsung mempengarui kehidupan, pertumbuhan, perkembangan dan reproduksi organisme dan MICHAEL ALLABYLingkungan hidup diartikan sebagai: the physical, chemical and biotic condition surrounding and organism

2. Buat studi kasus mengenai lingkungan di sekitar anda diri upaya kelestarian lingkungan sebagai penunggu : Buat studi kasus mengenai lingkungan di sekitar anda diri upaya kelestarian lingkungan sebagai penunggu :
Pada diri manusia memiliki pikiran dan rasa, keduanya harus dijalankan secara seimbang. Melalui pikiran manusis berpikir dan melalui rasa manusia dalam melakukan penalaran. Namun dalam mempelajari lingkungan rasa menjadi penting untuk digerakkan terlebih dahulu, karena Pendidikan Lingkungan Hidup (PLH) harus dimulai dari hati. Tanpa sikap mental yang tepat, semua pengetahuan dan keterampilan yang diberikan tidak akan membawa perubahan sikap dan perilaku.Untuk membangkitkan kesadaran manusia terhadap lingkungan hidup di sekitarnya, proses yang paling penting dan harus dilakukan adalah dengan menyentuh hati. Jika proses penyadaran telah terjadi dan perubahan sikap dan pola pikir terhadap lingkungan telah terjadi, maka dapat dilakukan peningkatan pengetahuan dan pemahaman mengenai lingkungan hidup, serta peningkatan keterampilan dalam mengelola lingkungan hidup.

3. Sebutkan dan jelaskan serta berikan contoh kasus dari hukum/ pasal perundangan yang berkaitan dengan lingkungan :
Aspek Hukum Perlindungan kawasan industri di Semarang dari Pencemaran Limbah Pengelolaan lingkungan adalah upaya terpadu untuk melestarikan fungsi lingkungan hidup yang meliputi kebijaksanaan penataan, pemanfaatan, pengembangan, pemeliharaan, pemulihan, pengawasan, dan pengendalian lingkungan hidup (pasal 1 angka 2 UUPLH). Secara umum Pengelolaan secara terpadu menghendaki adanya keberlanjutan (sustainability) dalam pemanfaatan. Sebagai kawasan yang dimanfaatkan untuk berbagai sektor pembangunan, wilayah ini memiliki kompleksitas isu, permasalahan

pengetahuan lingkungan

by hadi nugroho
33412227
3ID07
1. Data Diri mahasiswa. Nama saya hadi nugroho biasa disapa adi umur 20 th tinggal didaerah bogor yang bertepatan di bumi mutiara blok jb 2 no/ 12 RT01 RW038 jalan badar raya, saya tinggal bersama kedua orangtua dan satu saudara kandung.
2. Pendidikan saya sekarang mahasiswa sebelum menjadi mahasiswa banyak rintangan yang dihadapi dari TK ke SD lalu SMP kemudian SMK hingga menjadi seorang mahasiswa yang lebih tinggi drajatnya.
3. Hoby yang paling diminati saya pribadi ialah memelihara burung yaitu murai, kenari, love bird dan masih banyak lagi selain itu saya hoby berolahraga (jika ada waktunya)
4. Kekurangan saya banyak ya ga keitung jumlahnya yang sering dialami ialah teledor, kadang-kadang suka ga tepat waktu, sedikit pelupa
5. Kelebihan saya juga banyak bisa memperbaiki kendaraan roda dua maupun roda empat. Mencuci, memasak, dan apapun itu semua saya bisa kerjakan walaupun sedikit sulit, kelebihan saya bisa mengoperasikan mesin Bubut, milling, sekrap, serta CNC dan yang paling menurut saya bangga ialah kelebihan membantu pekerjaan orantua itu kunci sukses seseorang dan mau berdoa disetiap waktunya.
6. Yang terakhir ialah kejadian yang membuat orang tua bangga ialah pada saat smp dan smk saya lulus dengan nilai yang tinggi dan waktu itu juga saya juara badminton se kabupaten walaupun juara 2, itupun orangtua sudah merasa bangga

Ukuran Pemusatan ordinal

BAB I
PENDAHULUAN

Latar Belakang
Dari data yang telah diolah sebelumnya dengan metode distribusi frekuensi, didapat hasil berupa tabel dan grafik. Namun, belum diketahui dimana data tersebut terpusat. Ukuran yang mengukur letak data terpusat tersebut disebut sebagai ukuran pemusatan data. Selain itu, perlu diketahui juga ukuran yang dapat digunakan untuk mengetahui penyebaran yang disebut sebagai ukuran penyebaran.
Ukuran pemusatan digunakan untuk melihat gambaran atau wakil data secara keseluruhan. Manfaat dari ukuran penyebaran tersebut adalah untuk mempermudah membandingkan suatu data dengan data yang lain. Sementara ukuran penyebaran berfungsi untuk memberikan informasi mengenai seberapa jauh beda suatu pengamatan dengan pengamatan lainnya dari titik pusat. Dari ukuran penyebaran juga dapat disimpulkan apakah rata-rata dapat mewakili data atau tidak dan juga dapat diketahui variabilitas data, apakah data tersebut menyimpang dari rata-rata atau tidak.
Seiring dengan perkembangan jaman baik dalam IPTEK dan gaya hidup, manusia selalu melakukan inovasi untuk menciptakan karya baru, baik dalam bidang teknologi maupun fashion. Dalam perkembangan fashion, banyak sekali inovasi-inovasi yang terjadi, khususnya yang berkaitan dengan aksesoris. Semakin hari kian banyak masyarakat yang peduli akan penampilannya seiring dengan berkembangnya fashion yang menawarkan berbagai macam tipe dan gaya. Gelang tangan menjadi salah satu aksesoris yang bervariasi dan banyak golongan masyarakat umumnya kaum remaja yang menjadi konsumen produk ini. Maka dari itu, dalam membuat gelang tangan diperlukan sampel ukuran lingkar pergelangan tangan agar produk gelang tangan ini cocok dengan lingkar tangan masyarakat pada umumnya. Setelah diambil sampel, data tersebut lalu dicari ukuran pemusatannya untuk mengetahui rata-rata data dan juga nilai data yang paling banyak muncul. Ini bertujuan agar diketahui wakil data dari sampel lingkar pergelangan tangan yang diambil. Setelah itu juga dicari ukuran penyebarannya agar dapat diketahui apakah terdapat penyimpangan data dari nilai wakil datanya.

Pembatasan Masalah
Batasan masalah dalam pengambilan data panjang pergelangan tangan adalah mengukur lingkar pergelangan tangan kiri. Pengambilan data di lakukan dikampus J2 Universitas Gunadarma Kalimalang, terdiri dari lima belas mahasiswa dan lima belas mahasiswi Universitas Gunadarma Kalimalang. Batas akhir pengambilan data adalah sampai sore hari (pengambilan data dimulai dari pukul 12:10 WIB) . Alat ukur yang digunakan untuk mengukur pergelangan tangan adalah meteran penjahit.

Tujuan Penulisan
1. Untuk mengetahui nilai mean, median, modus, desil 4 dan 6, presetil 25; 50; 75.
2. Untuk mengetahui nilai kuartil 1, kuartil 3, rentang antar kuartil, rentang semi antar kuartil, varians, simpangan baku, simpangan rata-rata, koefisien variansi, Z score.

BAB III
PEMBAHASAN DAN ANALISIS

3.1 Studi Kasus
Suatu perusahaan PT. Maju Mundur ingin memproduksi gelang tangan. Untuk memproduksi gelang, perusahaan harus mengetahui ukuran lingkar pergelangan tangan masyarakat agar perusahaan dapat membuat gelang tangan dengan ukuran yang beragam sesuai dengan ukuran pergelangan tangan masyarakat. Untuk mengetahui ukuran lingkar pergelangan tangan manusia, perusahaan harus mengukur pergelangan tangan sebanyak 30 orang yang terdiri dari 15 orang wanita dan 15 orang pria. Berikut tabel hasil pengukuran pergelangan tangan yang diperoleh perusahaan sebagai berikut:

NO
GENDER LINGKAR PERGELANGAN TANGAN
NO
GENDER LINGKAR PERGELANGAN TANGAN
1 Pria 15 16 Wanita 12,5
2 Pria 17 17 Wanita 15
3 Pria 17,5 18 Wanita 13,5
4 Pria 16,5 19 Wanita 13
5 Pria 16 20 Wanita 13
6 Pria 15,5 21 Wanita 13,5
7 Pria 14,5 22 Wanita 13,5
8 Pria 16 23 Wanita 15,5
9 Pria 13,5 24 Wanita 12,5
10 Pria 14,5 25 Wanita 14
11 Pria 15,5 26 Wanita 13,5
12 Pria 14,5 27 Wanita 14,5
13 Pria 14,5 28 Wanita 15
14 Pria 15,5 29 Wanita 13,5
15 Pria 15 30 Wanita 15,5
Tabel 3.1.1 hasil pengukuran pergelangan tangan

3.2 Pengolahan Data
Untuk mengolah data kita dapat menggunakan dua cara, pertama cara hitung manual dan yang kedua mengolah data menggunakan software. Untuk menghitung manual kita harus menghitung semua langkah-langkah secara manual mengunakan rumus. Untuk menggunakan software kita tinggal memasukan variabel dan nilai variabel.

3.2.1 Perhitungan Manual

Interval Kelas
f i
xi
fi . xi
xi – x ̅
|xi – x ̅ |2
fi |xi -x ̅|
12,5 – 13,4 4 12,95 51,8 -1,97 3,88 15,52
13,5 – 14,4 7 13,95 97,65 -0,97 0,94 6,58
14,5 – 15,4 9 14,95 134,55 0,03 0,0009 0,0081
15,5 – 16,4 7 15,95 111,65 1,03 1,06 7,42
16,5 – 17,4 2 16,95 33,9 2,03 4,12 8,24
17,5 – 18,4 1 17,95 17,95 3,03 9,18 9,18
Jumlah 30 447,5 46,96
Tabel 3.2.1.1 Distribusi frekuensi

Mean = x ̅ =(∑▒〖fi.xi〗)/(∑▒fi)
=447,5/30
=14,916
=14,92

Me =Tb+ (½n – fk)/fme i
= 14,45+ (½30 – 11)/9.1
= 14,45+ ( 15- 11)/9 .1
= 14,45+ 4/9 .1
= 14,45 + 0,44
= 14,89

Mo = Tb+ bi/(b1+b2) i
= 14,45+ 2/(2+2).1
= 14,45+ 2/4.1
= 14,45 + 0,5
= 14,95

Desil4 = Tb + (4/10 n -fk)/f i
= 14,45 + (4/10 30 -11)/9.1
= 14,45 + (12 -11)/9.1
= 14,45 + 1/9.1
= 14,45 + 0,11
= 14,56

Desil6 = Tb + (6/10 n -fk)/f i
= 14,45 + (6/10 30 -11)/9.1
= 14,45 + (18/10 -11)/9.1
= 14,45 + (18 -11)/9.1
= 14,45 + 7/9.1

= 14,45 + 0,77
= 15,22

Persentil25 =Tb+ ( 25/100 n -fk )/fi

= 13,45+ ( 750/100 – 4 )/7 .1

=13,45+ (7,5 -4)/7 .1

=13,45+ 3.5/7 .1
=13,45+ 0,5

= 13,95

Persentil50 =Tb+ ( 50/100 n -fk )/fi

= 14,45+ ( 50/100 30 -11 )/9 .1
= 14,45+ ( 50/100 30 -11 )/9 .1

= 14,45+ (15-11 )/9 .1

= 14,45+ (4 )/9 .1

= 14,45 + 0,04
= 14,89

Persentil75 =Tb+ ( 75/100 n -fk )/f i

=15,45+ ( 75/100 30 -20 )/7 .1

= 15,45+ ( 2250/100 -20 )/7 .1

= 15,45+ (22,5 -20 )/7 .1

= 15,45+ (22,5 -20 )/7 .1

= 15,45 + 2,5/7 .1

= 15,45 + 0,36

= 15,8

Q1 = Tb+ ( 1/4 n -fk )/f i
= 13,45+ ( 1/4 30-4 )/7.1

= 13,45+ ( 30/4-4 )/7 .1

= 13,45+ (7,5-4 )/7 .1

= 13,45+ 3,5/7 .1

= 13,45+0,5

= 13,95

Q3 = Tb+ ( 3/4 n -fk )/f i
= 15,45+ ( 3/4 30-20 )/7.1

= 15,45+ ( 90/4-20 )/7 .1

= 15,45+ (22,5-20 )/7 .1

= 15,45+ 2,5/7 .1

= 15,45+0,36

= 15,8

RAK = Q3 – Q1
= 15,8 – 13,95
= 1,85

RSAK = ½ . RAK
= ½ . 1,85
= 0,925

Varians = S2 = ∑▒〖fi |xi –x ̅ | 〗^2/n

= 46,96/30

= 1,56

Simpangan Baku = √(s^2 )

= √1,56

= 1,24

SR = 1/n ∑▒〖fi | xi – 〗 x ̅|
= (4 | 1,97+7 . 0,97 + 9 .0,03 +7 . 1,03 + 2 . 2,03 +1 .3,03 |)/30

= (7,88+6,79+0,27+7,21+4,06+3.03)/30
= (29,24)/30 = 0,97

KV =s/x ̅ .100 %

= 1,24/(14,92 ) .100%

= 8,31%

Zscore =(x- x ̅)/S
Untuk nilai 12,5 = (12,5-14,92)/1,24
= -1,95
Untuk nilai 13 = (13-14,92)/1,24
= -1,55
Untuk nilai 13,5 = (13,5-14,92)/1,24
= -1,15
Untuk nilai 14 = (14-14,92)/1,24
= -0,74
Untuk nilai 14,5 = (14,5-14,92)/1,24
= -0,34
Untuk nilai 15 = (15-14,92)/1,24
= 0,06
Untuk nilai 15,5 = (15,5-14,92)/1,24
= 0,47
Untuk nilai 16 = (16-14,92)/1,24
= 0,87
Untuk nilai 16,5 = (16,5-14,92)/1,24
= 1,27
Untuk nilai 17 = (17-14,92)/1,24
= 1,68
Untuk nilai 17,5 = (17,5-14,92)/1,24
= 2,08

Hipotesis dan rancangan penelitian

Menguji Hipotesis
Suatu hipotesis harus dapat diuji berdasarkan data empiris, yakni berdasarkan apa yang dapat diamati dan dapat diukur. Untuk itu peneliti harus mencari situasi empiris yang memberi data yang diperlukan. Setelah kita mengumpulkan data, selanjutnya kita harus menyimpulkan hipotesis , apakah harus menerima atau menolak hipotesis. Ada bahayanya seorang peneliti cenderung untuk menerima atau membenarkan hipotesisnya, karena ia dipengaruhi bias atau perasangka. Dengan menggunakan data kuantitatif yang diolah menurut ketentuan statistik dapat ditiadakan bias itu sedapat mungkin, jadi seorang peneliti harus jujur, jangan memanipulasi data, dan harus menjunjung tinggi penelitian sebagai usaha untuk mencari kebenaran. Pengertian Hipotesis Penelitian Menurut Sugiyono (2009: 96), hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap rumusan masalah penelitian, di mana rumusan masalah penelitian telah dinyatakan dalam bentuk pertanyaan. Dikatakan sementara karena jawaban yang diberikan baru didasarkan pada teori. Hipotesis dirumuskan atas dasar kerangka pikir yang merupakan jawaban sementara atas masalah yang dirumuskan. Penelitian yang merumuskan hipotesis adalah penelitian yang menggunakan pendekatan kuantitatif. Pada penelitian kualitatif hipotesis tidak dirumuskan, tetapi justru diharapkan dapat ditemukan hipotesis. Selanjutnya hipotesis tersebut akan diuji dengan pendekatan kuantitatif.
Deskripsi Obyek Penelitian
Penelitian ini akan membahas secara ringkas tentang gambaran umum perusahaan, gambaran umum responden, dan analisis indeks jawaban responden
per variabel independen dan dependen.
Indosat didirikan pada tahun 1967 sebagai Perusahaan Modal Asing, dan memulai operasinya pada tahun 1969. Pada tahun 1980 Indosat menjadi Badan Usaha Milik Negara yang seluruh sahamnya dimiliki oleh Pemerintah Indonesia. Hingga sekarang, Indosat menyediakan layanan telekomunikasi internasional seperti SLI dan layanan transmisi televisi antar bangsa. PT Satelit Palapa Indonesia (Satelindo) didirikan pada tahun 1993 di bawah pengawasan PT Indosat yang baru mulai beroperasi pada tahun 1994 sebagai operator GSM. Pendirian Satelindo sebagai anak perusahaan Indosat menjadikan ia sebagai operator GSM pertama di Indonesia yang mengeluarkan kartu prabayar Mentari dan pascabayar Matrix.
Pada tahun 1994, Indosat memperdagangkan sahamnya di Bursa Efek Jakarta, Bursa Efek Surabaya, dan New York Stock Exchange. Indosat merupakan perusahaan pertama yang menerapkan obligasi dengan konsep syariah pada tahun 2002. Setelah itu, pengimplementasian obligasi syariah Indosat mendapat peringkat AA+. Nilai emisi pada tahun 2002 sebesar Rp 175.000.000.000,00. dalam tenor lima tahun. Pada tahun 2005 nilai emisi obligasisyariah Indosat IV sebesar Rp 285.000.000.000,00. Setelah tahun 2002 penerapanobligasi syariah tersebut diikuti oleh perusahaan-perusahaan lainnya. Memasuki abad ke-21, Pemerintah Indonesia melakukan deregulasi di sektor telekomunikasi dengan membuka kompetisi pasar bebas. Dengan demikian, Telkom tidak lagi memonopoli telekomunikasi Indonesia. Pada tahun 2001 Indosat mendirikan PT Indosat Multi Media Mobile (IM3) dan ia menjadi pelopor GPRS dan multimedia di Indonesia, dan pada tahun yang sama Indosatmemegang kendali penuh PT Satelit Palapa Indonesia (Satelindo). Pada akhir tahun 2002 Pemerintah Indonesia menjual 41,94% sahamIndosat ke Singapore Technologies Telemedia Pte. Ltd.. Dengan demikian, Indosat kembali menjadi PMA. Pada bulan November 2003 Indosat mengakuisisi PT Satelindo, PT IM3, dan Bimagraha. Penjualan 41,94% saham Indosat tersebut menimbulkan banyak kontroversi. Pemerintah RI terus berupaya untuk membeli kembali (buyback) saham Indosat tersebut agar pemerintah menjadi pemegang saham yang mayoritas dan menjadikan kembali Indosat sebagai BUMN, namun hingga kini upaya pemerintah tersebut belum terealisasi akibat banyaknya kendala.

Hipotesis
Hipotesis adalah dugaan sementara yang kebenarannya masih harus dilakukan pengujian. Hipotesis ini dimaksudkan untuk memberi arah bagi analisis penelitian (Marzuki, 2005). Disini kesimpulan sementaranya adalah :
H1: Semakin baik kualitas produk (X), maka semakin tinggi pula tingkat loyalitas pelanggan pada suatu produk (Y).
H2: Semakin baik kualitas pelayanan yang ditawarkan (X), maka semakin tinggi pula tingkat loyalitas pelanggan pada suatu produk (Y).
H3: Semakin baik desain suatu produk (X), maka semakin tinggi pula tingkat loyalitas pelanggan pada suatu produk (Y).
H4: Semakin wajar harga suatu produk (X), maka semakin tinggi pula tingkat loyalitas pelanggan pada suatu produk (Y).
H5: semakin tinggi tingkat kepercayaan pelanggan pada suatu produk (X), maka semakin tinggi pula tingkat loyalitas pelanggan pada suatu produk (Y)

Hasil pengujian hipotesis dijelaskan sebagai berikut:

1. Pengaruh Kualitas Produk terhadap Loyalitas Pelanggan
Hasil pengujian hipotesis 1 mendapatkan bahwa variabel Kualitas produk memiliki pengaruh yang signifikan terhadap loyalitas pelanggan. Hal ini berarti bahwa konsumen akan memilih produk dengan kualitas produk yang baik. Dalam penelitian ini konsumen yang menilai bahwa produk IM3 memiliki kualitas produk yang baik dan sesuai dengan kebutuhan pelanggan. Hipotesis 1 menunjukkan adanya pengaruh kualitas produk yang positif dan signifikan terhadap loyalitas pelanggan yang dapat didukung oleh hasil penelitian. Hasil ini menunjukkan bahwa kualitas produk yang ditentukan dalam proses pembelian akan menentukan tingkat kesetiaan pelanggan pada produk tersebut. Konsumen akan membandingkan kualitas produk dengan produk lain sehingga konsumen dapat menentukan produk yang dipilih untuk jangka waktu yang lama. Hasil penelitian ini mendapatkan bahwa dalam banyak hal karakteristrik kualitas produk IM3 sudah sesuai dengan kriteria sebagaimana yang diharapkan oleh konsumen, dimana dalam hal ini konsumen atau calon konsumen akan mengharapkan fitur atau keistimewaan tambahan produk yang ada, kualitas produk baik sesuai dengan kebutuhan pelanggan.

2. Pengaruh Kualitas Pelayanan terhadap Loyalitas Pelanggan
Pengujian hipotesis 2 menunjukkan adanya pengaruh yang positif dan signifikan pada variabel kualitas pelayanan terhadap loyalitas pelanggan produk IM3. Hasil ini menunjukkan bahwa penilaian yang baik mengenai produk yang sesuai dengan tingkat baik atau tidaknya kualitas pelayanan yang diberikan mendorong pelanggan untuk setia terhadap produk tersebut. Hasil ini menjelaskan bahwa hasil pengalaman konsumen dalam memakai produk akan menghasilkan penilaian konsumen terhadap produk tersebut. Apabila produk tersebut dapat memuaskan keinginan konsumen maka konsumen akan memberikan penilaian positif terhadap produk tersebut. Dengan penilaian tersebut maka konsumen akan tetap berkeinginan untuk membeli produk tersebut. Hasil ini menjelaskan bahwa pada umumnya konsumen akan memperhitungkan kualitas yang dapat diperoleh dari uang yang akan dikeluarkannya. Data empiris penelitian ini menunjukkan bahwa produk IM3 dinilai oleh konsumen memiliki kemampuan untuk mempertahankan kualitas pelayanannya. Selanjutnya dari kondisi tersebut diperoleh adanya loyalitas pelanggan yang semakin tinggi dimana dapat dilakukan oleh konsumen.

3. Pengaruh Desain Produk terhadap Loyalitas Pelanggan
Pengujian hipotesis 3 menunjukkan adanya pengaruh yang positif dan signifikan pada variabel desain produk terhadap loyalitas pelanggan produk IM3. Hasil ini menunjukkan bahwa penilaian yang baik mengenai desain tetap menggunakan produk tersebut. Hasil ini menjelaskan bahwa konsumen dalam mencari atau memilih mobil akan mempertimbangkan faktor desain produk tersebut. Data empiris penelitian ini menunjukkan bahwa IM3 dinilai oleh konsumen memiliki desain yang menarik, bervariatif dengan konsep futuristic dimana tidak terlihat ketinggalan zaman. Selanjutnya dari kondisi tersebut diperoleh adanya loyalitas pelanggan yang semakin tinggi yang dapat dilakukan oleh konsumen.

4. Pengaruh Harga terhadap Loyalitas Pelanggan
Hasil pengujian hipotesis 4 mendapatkan bahwa harga memiliki pengaruh positif terhadap loyalitas pelanggan. Hal ini berarti bahwa harga yang semakin wajar akan meningkatkan loyalitas pelanggan. Hasil ini menjelaskan bahwa harga dapat menjadi tambahan referensi bagi calon konsumen dan menjadi pertimbangan terhadap produk yang diinginkan. Harga yang wajar akan menjadi keputusan bagi konsumen untuk tetap setia pada produk tersebut. Hasil penelitian ini mendapatkan bahwa dalam banyak hal karakteristrik harga produk IM3 sudah sesuai dengan kriteria sebagaimana yang diharapkan oleh konsumen, dimana dalam hal ini konsumen atau calon konsumen akan mengharapkan harga produk yang sesuai dengan keistimewaan produk yang ada, harga yang relatif terjangkau dan harga yang sudah sesuai dengan manfaat produk. Kemudian dari hasil uji F memperlihatkan bahwa pengaruh secara bersamaan dari seluruh variabel independen (kualitas produk, kualitas pelayanan, desain produk, harga, dan kepercayaan) terhadap loyalitas pelanggan pada produk IM3 menunjukkan hasil yang signifikan. Hal tersebut ditunjukkan dari besarnya nilai F sebesar 21,397 dengan tingkat signifikansi 0,000 (kurang dari 0,05). Sementara itu, dari hasil perhitungan Koefisien Determinasi (R 2 ), dapat disimpulkan bahwa variabel-variabel independen dalam penelitian ini mampu menerangkan 53,2 % mengenai loyalitas pelanggan IM3 di Fakultas Ekonomi Universitas Diponegoro Semarang. Sedangkan sisanya 46,8 % dijelaskan oleh variabel lain yang tidak dimasukkan dalam penelitian ini.

Rancangan Penelitian
1. Tujuan
Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh masing – masing variabel, kualitas produk (X1), kualitas pelayanan (X2), desain produk (X3), dan harga (X4 ) dan kepercayaan (X5 ) terhadap loyalitas pelanggan (Y). Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh masing – masing variabel, kualitas produk (X1), kualitas pelayanan (X2), desain produk (X3), dan harga (X4 ) dan kepercayaan (X5) terhadap loyalitas pelanggan (Y).Khusunya terhadap produk im3 yang dipakai oleh mahasiswa fakultas ekonomi universitas diponogoro.

3. Lingkungan & Pengendalian Penelitian terhadap Variabel
Lingkungan tempat pengambilan data berada di universitas diponogoro.

4. Unit Analisis
Kegiatan menganalisis data dalam penelitian ini meliputi beberapa tahap dasar (Santoso dan Tjiptono, 2001), tahap tersebut diantaranya:
1. Proses editing
Tahap awal analisis data adalah melakukan edit terhadap data yang telah dikumpulkan dari hasil survey di lapangan. Pada prinsipnya proses editing data bertujuan agar data yang nanti akan dianalisis telah akurat dan lengkap.

2. Proses Coding
Proses pengubahan data kualitatif menjadi angka dengan mengklasifikasikan
jawaban yang ada menurut kategori-kategori yang penting (pemberian kode).

3. Proses Scoring
Proses penentuan skor atas jawaban responden yang dilakukan dengan membuat klasifikasi dan kategori yang cocok tergantung pada anggapan atau opini responden.

4. Tabulasi
Menyajikan data-data yang diperoleh dalam tabel, sehingga diharapkan pembaca dapat melihat hasil penelitian dengan jelas. Setelah proses tabulasi selesaikemudian data-data dalam tabel tersebut akan diolah dengan bantuan software statistik yaitu SPSS.

Dimensi Waktu
Pengambilan data dilakukan pada tahun 2010.

Pengukuran Konstruksi
Ukuran konstruksi disesuaikan dengan ukuran sim card pada umumnya.

Disain sampel
Desain produk IM3 dibuat sesuai selera anak muda, dengan
warna-warna yang cerah pada kemasan produk dan fitur-fitur yang “gaul”.

Metode Pengumpulan Data
Metode yang digunakan dalam pengambilan sampel adalah non probability sampling, yaitu metode pengambilan sampel yang tidak memberi peluang atau kesempatan sama bagi setiap unsur atau anggota populasi untuk dipilih menjadi sampel karena pertimbangan tertentu. Yang menjadi syarat pertimbangan dalam non probability sampling pada penelitian ini adalah mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Diponegoro yang menggunakan produk operator seluler IM3. Sedangkan teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini berupa purposive sampling dengan pembagian berdasarkan program studi dan angkatan yang masih terdaftar sebagai mahasiswa pada Fakultas Ekonomi Universitas Diponegoro meliputi mahasiswa D-III angkatan tahun 2007 sampai dengan 2009, mahasiswa S1 Reguler I angkatan tahun 2007 sampai tahun 2009, dan mahasiswa S1 Reguler II angkatan tahun 2007 sampai dengan 2009.

DAFTAR PUSTAKA

http://eprints.undip.ac.id/23344/1/SKRIPSI_LENGKAP.pdf

Latihan Skripsi

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Dunia industri pada saat ini sudah berkembang pesat dan maju. Industri tidak pernah lepas dan jauh dari teknologi. Seiring dengan perkembangan zaman, teknologi semakin lama semakin canggih dan modern. Berdasarkan hal tersebut peningkatan produktivitas kerja manusia juga harus ditingkatkan karena semakin maju teknologi maka semakin meningkat pula produktivitas kerja manusia. Terkadang keterbatasan atau kemampuan manusia menjadi salah satu faktor yang berpengaruh terhadap produktivitas kerja manusia. Keterbatasan atau kemampuan manusia tidak sebanding dengan kemampuan yang dimiliki oleh mesin. Berdasarkan hal tersebut perlu diciptakan suatu alat atau mesin untuk menunjang produktivitas yaitu dengan proses manufaktur.
Pengaplikasian proses manufaktur pada laporan akhir ini yaitu membuat palu. Palu dibuat dengan dua komponen yaitu besi dan aluminium. Mesin-mesin yang digunakan untuk membuat palu yaitu dengan mesin bubut, ragam mesin, dan alat-alat yang membantu pembuatan palu seperti gergaji besi, kikir, kartel, dan lainnya. Ketelitian juga digunakan dalam proses pembuatan palu ini agar ukuran yang diperlukan dapat sesuai dengan yang akan dibuat. Fungsi membuat palu yaitu untuk mempermudah proses kerja manusia dan mempercepat suatu pekerjaan.

1.2 Perumusan Masalah
Perumusan masalah merupakan perrmasalahan yang dibahas pada laporan akhir ini. Masalah pada laporan akhir ini adalah bagaimana cara mengoptimalkan mesin konvensional dan non konvensional yang terdiri dari mesin bubut, mesin milling drilling, mesin sekrap dan ragam mesin dalam membuat produk palu serta pengaplikasian gambar proses kerja.
1.3 Tujuan Umum
Tujuan umum merupakan tujuan dari praktikum proses manufaktur. Tujuan umum ini berisikan 2 tujuan umum. Berikut adalah tujuan umum praktikum proses manufaktur:
1. Mengetahui bagian-bagian mesin bubut, mesin milling drilling, mesin sekrap, dan ragam mesin.
2. Mengetahui kegunaan mesin bubut, mesin milling drilling, mesin sekrap, dan ragam mesin.

1.4 Tujuan Khusus
Tujuan khusus merupakan tujuan dari pembuatan produk. Tujuan khusus ini merupakan tujuan pembuatan palu. Berikut tujuan khusus dari pembuatan produk:
1. Mengetahui alat dan bahan dalam pembuatan produk
2. Mengetahui mesin-mesin yang digunakan dalam pembuatan produk.
3. Mengetahui pengaplikasian gambar teknik pada proses kerja dalam pembuatan produk

1.5 Identifikasi Masalah
Kemajuan dalam teknologi mesin saat ini sangatlah pesat dan banyak persaingannya, penggunaan mesin seperti , mesin milling drilling, mesin sekrap. Saat ini kebutuhan mesin sangat dibutuhkan bagi para perusahaan industry yang menghasilkan produk sparepart bermacam-macam bentuknya. Untuk itu penulis ingin membuat mesin CNC (Chemechial Numeric Control) mesin ini mengggunakan computer yang didalamnya berisi inputan dan rumus-rumusnya. Mesin CNC ini harganya relative mahal teteapi dalam pembuatan jenis-jenis produk mesin CNC ini menghasilkan output yang sangat sempurna atau hasil yang optimal walaupun sedikit rumit memasukan inputan atau rumusnya